fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan kembali menunjukkan hasil positif. Sebuah penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 12 Bolaang Mongondow Utara membuktikan bahwa penggunaan ChatGPT mampu secara signifikan meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa.
Moh. Andhika, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Sastra dan Budaya (FSB), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam penelitian skripsinya yang berjudul “The Effectiveness of ChatGPT Usage in Enhancing Students’ English Vocabulary Master” mengungkapkan bahwa, penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas ChatGPT—chatbot berbasis AI yang dikembangkan oleh OpenAI—dalam membantu siswa memahami dan menguasai kosakata bahasa Inggris, khususnya jenis kata benda (noun), kata kerja (verb), dan kata sifat (adjective).
Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pre-test and post-test, penelitian ini melibatkan 24 siswa kelas VIII. Para siswa diberikan tes awal (pre-test) berupa 30 soal pilihan ganda untuk mengukur kemampuan awal mereka. Selanjutnya, selama enam kali pertemuan, ChatGPT diintegrasikan ke dalam pembelajaran teks naratif.
Dalam proses pembelajaran, siswa memanfaatkan ChatGPT untuk mengeksplorasi makna kata, memahami penggunaan kosakata dalam konteks cerita, hingga berlatih membuat kalimat secara interaktif. Pendekatan ini menghadirkan suasana belajar yang lebih dinamis dan personal, karena siswa dapat langsung memperoleh umpan balik atas pertanyaan mereka.
Setelah rangkaian pembelajaran selesai, siswa kembali mengikuti tes akhir (post-test). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil analisis menunjukkan nilai Z sebesar -4.288 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) < 0.001. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, hipotesis nol (H₀) ditolak.
Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Dengan kata lain, penggunaan ChatGPT terbukti secara signifikan meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa integrasi teknologi AI dalam pembelajaran bahasa tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga mampu memberikan dukungan yang menarik, interaktif, personal, dan efektif dalam proses pemerolehan kosakata.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pendidik untuk mulai memanfaatkan teknologi AI sebagai inovasi pembelajaran, sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan terkait penggunaan kecerdasan buatan dalam meningkatkan berbagai aspek keterampilan berbahasa siswa.
Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini