fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Duta Ragam Nusantara 2025 adalah sebuah ajang nasional yang diselenggarakan secara daring untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia dari seluruh provinsi. Abdul Gias Tomayahu, salah satu mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (FSB) berhasil meraih juara sebagai Duta Ragam Nusantara Provinsi Gorontalo Tahun 2025.
Dekan Fakultas Sastra dan Budaya, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D turut menyampaikan apresiasi yang luar biasa dan bangga atas prestasi dari Abdul Gias Tomayahu.
“Duta Ragam Nusantara adalah seorang duta yang dipilih untuk mewakili dan mempromosikan kekayaan budaya dan inovasi Indonesia. Mereka memiliki peran penting dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya”
“Duta Ragam Nusantara bertugas mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, termasuk tradisi, seni, dan kerajinan. Mereka juga berperan dalam melestarikan warisan budaya Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya.
“Sekali lagi selamat dan sukses buat Abdul Gias Tomayahu, sebagai Duta Ragam Nusantara yang mewakili Gorontalo, kami berharap agar ia dapat mengembangkan inovasi di era digital untuk mempromosikan budaya Indonesia khususnya budaya Gorontalo,” ucapnya.

Sementara itu, Abdul Gias Tomayahu mengatakan, kegiatan Duta Ragam Nusantara 2025 ini berlangsung dalam beberapa tahap. Pendaftaran dibuka sejak tanggal 19 April hingga 3 Mei 2025, dilanjutkan dengan wawancara kepribadian pada 4–5 Mei, serta seleksi berkas pada 6–9 Mei. Setelah melalui tahapan tersebut, pengumuman peserta yang lolos tahap pertama dilakukan pada 10 Mei, dan disusul dengan wawancara mendalam (deep interview) pada 11–12 Mei.
“Pada tanggal 13 Mei, diumumkan peserta yang resmi terpilih sebagai duta dari masing-masing provinsi. Kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (15 Mei), coaching (17 Mei), serta pelantikan dan malam penganugerahan Duta Ragam Nusantara 2025 pada 19 Mei”
“Dalam kegiatan ini, saya melangkah sebagai satu-satunya peserta yang mewakili Provinsi Gorontalo, bukan karena ditunjuk oleh lembaga mana pun, melainkan murni atas inisiatif pribadi dan kecintaan saya terhadap budaya daerah,” Ujar Gias.
Gias mengatakan, bahwa tanpa dukungan dari pihak daerah atau institusi, dirinya tetap bertekad membawa nama Gorontalo dalam ajang berskala nasional.
“Sebagai perwakilan dari Gorontalo, sayamempresentasikan berbagai aspek kebudayaan daerah, mulai dari bahasa, pakaian adat, kesenian, nilai adat, hingga filosofi hidup masyarakat Gorontaloini”
“Saya berusaha menunjukkan bahwa budaya Gorontalo memiliki kekayaan yang khas dan layak dikenal oleh masyarakat luas. Walaupun semua proses dilaksanakan secara daring, seluruh peserta tetap dituntut aktif, komunikatif, dan mampu menyampaikan nilai-nilai budaya secara otentik dan meyakinkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada akhir kegiatan, dirinya berhasil meraih gelar sebagai Perwakilan Duta dari Provinsi Gorontalo, sebuah penghargaan yang menjadi bukti nyata dari kerja keras dan komitmennya dalam memperkenalkan budaya daerah.
“Gelar ini bukan semata-mata prestasi pribadi, melainkan juga amanah untuk terus menyuarakan dan melestarikan kekayaan budaya Gorontalo, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya agar tidak ragu membawa identitas daerah ke ruang-ruang nasional”
“Saya berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi catatan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bersama bahwa budaya daerah layak diperjuangkan, bahkan ketika kita harus memulainya seorang diri. Cinta pada budaya tidak harus menunggu dukungan; ia tumbuh dari kesadaran dan keberanian untuk memperjuangkannya dengan sepenuh hati,” pungkasnya.