fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Dalam rangka menjembatani ilmu pengetahuan dari kampus ke masyarakat, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Pemanfaatan Media Digital dalam Pembelajaran.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 15 hingga 17 Desember 2025, dan menjangkau lima sekolah mitra di Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo.
Kelima sekolah tersebut adalah SMA Negeri 6 Kota Gorontalo, SMP Negeri 1 Tapa, MTs. Muhammadiyah Kabila, SMP Negeri 13 Kota Gorontalo, dan SMP Negeri 1 Kabila. Peserta pelatihan adalah para guru dari sekolah-sekolah tersebut, yang dibimbing langsung oleh tim pengabdi.
Kegiatan ini dipimpin oleh dua dosen PBSI, yaitu Dr. Herman Didipu, S.Pd., M.Pd. dan Yunus Dama, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan 25 mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Teknologi Digital dalam Pembelajaran. Pelatihan ini merupakan manifestasi nyata dari materi perkuliahan, yang dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi peningkatan kompetensi guru di lapangan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membuka wawasan tentang pentingnya integrasi teknologi dalam proses belajar-mengajar, sekaligus memberikan keterampilan praktis bagi guru-guru dalam membuat media pembelajaran yang interaktif dan menarik,” ujar Dr. Herman Didipu, selaku Ketua Tim Pelaksana, dalam sambutannya pada setiap sesi pembukaan.
Pelatihan diawali dengan pemaparan materi konseptual tentang urgensi dan strategi pemanfaatan media digital di era pendidikan modern. Setelah itu, para mahasiswa yang telah terlatih memandu sesi tutorial praktik. Para guru diajak untuk mengenal dan mencoba langsung membuat media pembelajaran menggunakan berbagai platform digital populer, seperti Blooket, Quiz.com, Genially, QuizWhizzer, Socrative, Educaplay, dan Wayground.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para pimpinan sekolah mitra. Mereka menyatakan bahwa inisiatif seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung percepatan transformasi digital di sektor pendidikan, sesuai tuntutan pembelajaran abad XXI.
Selama proses kegiatan tampak antusias para guru dalam melakukan simulasi dan praktik langsung membuat media digital. Akhir kegiatan setiap guru telah memiliki akun dalam setiap platform yang dilatihkan dan telah mencoba mengisi akun dengan berbagai kuis interaktif.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator konten pembelajaran digital yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik mereka. Kegiatan serupa direncanakan akan dilanjutkan dan diperluas ke sekolah-sekolah mitra lainnya di masa mendatang.