FSB UNG Tambah Guru Besar Bidang Antropolinguistik

fsb.ung.ac.idGorontalo – Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo kembali menorehkan capaian akademik membanggakan dengan bertambahnya satu guru besar pada bidang Antropolinguistik. Ibu Prof. Dr. Ellyana Hinta, M.Hum. resmi meraih gelar akademik tertinggi sebagai profesor dalam bidang yang mengkaji keterkaitan bahasa dan budaya tersebut.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi penguatan keilmuan linguistik dan kajian budaya di lingkungan FSB UNG. Prof. Ellyana Hinta dikenal sebagai akademisi yang konsisten meneliti praktik bahasa dalam konteks sosial dan budaya masyarakat, khususnya dalam pelestarian nilai-nilai lokal melalui pendekatan antropolinguistik. Kiprah beliau selama ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan penelitian kebahasaan berbasis kearifan lokal Gorontalo.

Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Prof. Nonny Basalama, MA., Ph.D, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut.

Menurutnya, kehadiran Prof. Ellyana sebagai guru besar tidak hanya memperkuat kapasitas akademik fakultas, tetapi juga menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berakar pada budaya.

“Prof. Ellyana Hinta menjadi Guru Besar Antropolinguistik pertama di FSB dan menambah jajaran daftar Guru Besar di lingkungan Fakultas Sastra dan Budaya yang kini berjumlah total 11 orang”

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas bertambahnya guru besar di FSB UNG. Prof. Ellyana Hinta telah menunjukkan dedikasi, konsistensi, dan kontribusi nyata dalam pengembangan antropolinguistik, terutama dalam mengangkat identitas budaya melalui bahasa. Ini adalah capaian yang patut diapresiasi dan menjadi energi baru bagi kemajuan fakultas,” ujar Prof. Nonny Basalama.

Dengan penambahan guru besar ini, FSB UNG semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pengembangan kajian sastra, bahasa, dan budaya di kawasan timur Indonesia serta memperluas kontribusi akademik dalam pelestarian warisan budaya melalui pendekatan ilmiah.