fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Novel Before I Fall karya Lauren Oliver telah menarik perhatian dengan kisah Juliet Sykes, seorang karakter yang mengalami trauma psikologis akibat perundungan berkepanjangan dan pengucilan sosial.
Dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Salshabila Sawitri A. Paputungan, menggunakan teori trauma kultural-psikoanalitik dari Sheila Cavanagh untuk menganalisis trauma Juliet dan menemukan beberapa hal menarik.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa Juliet mengalami trauma Tipe II dan trauma kompleks, dengan gejala seperti perasaan tidak berdaya, ingatan traumatis yang berulang, dan kesulitan dalam pembentukan identitas”
“Trauma Juliet tidak hanya sebagai kondisi psikologis, tapi juga sebagai pengalaman yang berwujud dan berakar pada konteks sosial,” ungkap Salshabila Sawitri A. Paputungan.
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Sastra dan Budaya (FSB), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini megatakan bahwa, penelitian ini menyoroti bagaimana karya sastra dapat mencerminkan dampak jangka panjang dari perundungan terhadap psikologi remaja.
“Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya karya sastra sebagai media untuk menumbuhkan empati dan kesadaran terhadap perjuangan tersembunyi individu yang terdampak trauma”
“Kisah Juliet Sykes adalah contoh bagaimana trauma dapat mempengaruhi kehidupan seseorang, dan bagaimana karya sastra dapat menjadi alat untuk memahami dan mengatasi trauma,” ungkapnya.
Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini