Verbal Bullying Hambat Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa SMA N 2 Tilamuta

fsb.ung.ac.idGorontalo – Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa praktik verbal bullying masih menjadi persoalan serius di lingkungan sekolah dan berdampak langsung pada kemampuan berbicara siswa, khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Tilamuta dan berfokus pada pengalaman siswa yang menjadi korban perundungan verbal.

Penelitian tersebut bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk serta strategi verbal bullying yang memengaruhi kemampuan berbicara siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Sebanyak sembilan siswa yang mengalami verbal bullying menjadi sumber utama data penelitian.

Hasil penelitian skripsi Ira Riswana K. Raya, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Sastra dan Budaya (FSB), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan bahwa, verbal bullying paling sering muncul dalam bentuk panggilan nama dan komentar menyakitkan yang menyinggung kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris. Perlakuan ini tidak hanya melukai perasaan, tetapi juga memicu peningkatan kecemasan serta menurunkan motivasi belajar siswa. Akibatnya, kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris semakin melemah.

Meski demikian, para siswa tidak tinggal diam. Mereka menerapkan berbagai strategi untuk menghadapi perundungan, mulai dari fokus pada pengembangan diri, mengabaikan komentar negatif, hingga mencari dukungan sosial dari teman sebaya dan guru. Dukungan lingkungan sekitar terbukti membantu siswa bertahan dan perlahan memulihkan kepercayaan diri mereka.

Penelitian ini menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan suportif di sekolah. Upaya tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekaligus menekan praktik verbal bullying. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang intervensi pendidikan yang lebih efektif, terutama di sekolah dengan latar belakang linguistik yang beragam.

Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini