Filsafat Stoik dalam Nada Modern: Pesan Kebijaksanaan Tersembunyi di Album Evolve Imagine Dragons

fsb.ung.ac.idGorontalo – Musik populer ternyata tidak hanya soal hiburan. Di balik lirik-lirik penuh emosi, tersimpan pesan filosofis yang mendalam. Hal inilah yang diungkap dalam sebuah penelitian terbaru yang mengkaji representasi nilai-nilai filsafat Stoik dalam album Evolve karya band internasional Imagine Dragons.

Rezky Anshar Trianto Pade dalam penelitian skripsinya yang berjudul “Kebijaksanaan dalam Lagu: Represemtasi Nilai-Nilai Stoik melalui Metafora Konseptual dalam Lirik Lagu Album Evolve Karya Imagine Dragons’ menyatakan bahwa, penelitian ini secara khusus menyoroti tiga lagu populer—Believer, Thunder, dan Whatever It Takes—dengan menelusuri bagaimana metafora konseptual digunakan untuk menyampaikan prinsip-prinsip Stoik seperti ketahanan emosional, disiplin diri, dan pertumbuhan melalui kesulitan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam kerangka strukturalisme, studi ini menemukan bahwa lirik lagu tidak sekadar puitis, tetapi juga sarat makna filosofis.

Metafora seperti pain (rasa sakit), chains (rantai), lightning (petir), dan sail (layar) menjadi sorotan utama. Dalam pandangan Stoik, rasa sakit bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan pengalaman penting yang membentuk kekuatan batin. Hal ini tercermin dalam lagu Believer, di mana pain digambarkan sebagai sumber transformasi dan pembelajaran diri.

Sementara itu, metafora chains merepresentasikan keterikatan psikologis yang membatasi kebebasan individu—sebuah konsep yang sejalan dengan ajaran Stoik tentang pentingnya mengendalikan hasrat dan emosi. Metafora lightning dan sail menggambarkan energi, arah hidup, dan keteguhan tujuan, menunjukkan bagaimana manusia dapat bergerak maju meski menghadapi ketidakpastian.

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Sastra dan Budaya (FSB), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) itu menyampaikan, penelitian ini menegaskan bahwa metafora-metafora tersebut bukan sekadar gaya bahasa, melainkan struktur kognitif yang membantu pendengar memahami konsep filosofis yang abstrak melalui gambaran konkret dan emosional. Dengan cara ini, lirik lagu Imagine Dragons berhasil menjembatani kebijaksanaan kuno Stoikisme dengan ekspresi musik modern yang dekat dengan generasi muda.

Temuan ini menunjukkan bahwa musik populer dapat berfungsi sebagai media kontemporer untuk wacana filosofis. Melalui lirik yang kuat dan metafora yang bermakna, pengalaman emosional pendengar diubah menjadi refleksi mendalam tentang kehidupan, ketahanan, dan makna diri.

Lebih jauh, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi kajian sastra dan filsafat dengan membuktikan bahwa lagu-lagu modern mampu merefleksikan serta menyebarkan ide-ide klasik. Di tengah arus budaya populer, nilai-nilai Stoik ternyata tetap relevan—mengalun pelan, namun kuat, melalui nada dan kata.

Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini