Mahasiswa Ungkap Strategi Jitu Atasi Kesulitan Berbicara Bahasa Inggris

fsb.ung.ac.idGorontalo – Kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris masih menjadi tantangan bagi banyak mahasiswa, khususnya bagi mereka yang menempuh pendidikan di bidang kebahasaan. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Tetin Lamusu pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Gorontalo mengungkap berbagai permasalahan yang kerap dihadapi mahasiswa serta strategi yang mereka gunakan untuk mengatasinya.

Penelitian skripsi yang berjudul “Strategi Mahasiswa dalam Mengatasi Permasalahan Berbicara dalam Bahasa Inggris” ini melibatkan 15 mahasiswa semester empat dan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur. Hasilnya menunjukkan bahwa kesulitan berbicara Bahasa Inggris yang dialami mahasiswa terbagi ke dalam tiga kategori utama, yakni linguistik, psikologis, serta sosial-lingkungan.

Dari sisi linguistik, mahasiswa mengaku masih mengalami keterbatasan kosakata, kesalahan pelafalan dan tata bahasa, serta kurangnya pemahaman saat berkomunikasi. Tak hanya itu, faktor psikologis juga menjadi penghambat utama. Rasa cemas, kurang percaya diri, takut melakukan kesalahan, hingga rendahnya motivasi sering kali membuat mahasiswa enggan berbicara dalam Bahasa Inggris.

Permasalahan lainnya datang dari lingkungan sosial. Minimnya penggunaan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari serta kurangnya dukungan dari teman sebaya turut memengaruhi perkembangan kemampuan berbicara mahasiswa.

Meski demikian, mahasiswa tidak tinggal diam menghadapi tantangan tersebut. Berbagai strategi diterapkan, mulai dari latihan mandiri, menonton film dan video berbahasa Inggris, berdiskusi dengan teman, hingga membangun motivasi belajar secara konsisten. Selain itu, mahasiswa juga memanfaatkan strategi afektif dan sosial untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan keberanian dalam berbicara.

Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pendidik dan pengembang kurikulum untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih suportif. Dengan dukungan yang tepat, kemampuan berbicara Bahasa Inggris mahasiswa diyakini dapat berkembang secara lebih optimal.

Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini