fsb.ung.ac.id, Penelitian – Kekayaan sastra lisan Nusantara kembali mendapat perhatian melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (FSB UNG), Moh. Iqbal A. Haruna. Melalui skripsinya yang berjudul “Makna Simbolik Benda-Benda Adat pada Prosesi Mohuntingo di Kecamatan Kabila”, penelitian ini mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal yang hidup dalam tradisi masyarakat.
Di bawah bimbingan Dr. Muslimin, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Herman Didipu, S.Pd., M.Pd., penelitian tersebut menyoroti keberadaan mantra tradisional Mo Manggoba Gua, salah satu bentuk sastra lisan masyarakat Buol yang digunakan dalam proses bercocok tanam padi ladang. Mantra ini dipercaya memiliki kekuatan spiritual sekaligus menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Dalam penelitiannya, Moh. Iqbal A. Haruna menjelaskan bahwa Mo Manggoba Gua bukan sekadar rangkaian kata-kata tradisional, melainkan representasi hubungan manusia dengan alam, budaya, dan nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Mantra tersebut dibacakan dalam berbagai tahapan pertanian, mulai dari proses perladangan, pemeliharaan tanaman dan pengendalian hama, hingga masa panen.
Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui wawancara bersama narasumber di Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, wawancara, rekaman, dan pencatatan untuk menggali makna yang terkandung dalam tradisi lisan tersebut.
Hasil penelitian menemukan sebanyak 39 bait mantra Mo Manggoba Gua yang diklasifikasikan ke dalam tiga jenis utama, yakni mantra perladangan, mantra pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit, serta mantra panen. Seluruh mantra tersebut berbentuk puisi bebas yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.
Menariknya, penelitian ini juga mengungkap bahwa mantra Mo Manggoba Gua memiliki berbagai fungsi penting dalam kehidupan masyarakat Buol. Selain sebagai media spiritual dan harapan masyarakat terhadap hasil panen, mantra ini juga berfungsi sebagai sarana pendidikan budaya, pengesahan nilai dan pranata sosial, hingga alat pengawasan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Moh. Iqbal A. Haruna, keberadaan sastra lisan seperti Mo Manggoba Gua perlu terus dilestarikan karena menjadi identitas budaya sekaligus sumber pengetahuan lokal yang sarat nilai kehidupan. Di tengah perkembangan zaman dan modernisasi, tradisi lisan berpotensi mengalami pergeseran bahkan terlupakan apabila tidak didokumentasikan dan dikenalkan kepada generasi muda.
Penelitian ini menjadi salah satu kontribusi akademik mahasiswa FSB UNG dalam upaya pelestarian budaya daerah melalui kajian bahasa dan sastra. Selain memperkaya khazanah penelitian sastra lisan di Indonesia, hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini
#FSBMOLAMAHU