fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Inovasi pembelajaran bahasa Inggris kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Sebuah penelitian bertajuk “Interactive Music-Based Learning: Exploring the Impact of LingoClip Application on Listening Skill Enhancement and Student Motivation” yang dilakukan oleh Magvirah El Walidayni Kau mengungkap bahwa penggunaan aplikasi berbasis musik LingoClip mampu meningkatkan kemampuan menyimak (listening) sekaligus motivasi belajar siswa secara signifikan.
Keterampilan listening selama ini dikenal sebagai salah satu aspek paling penting sekaligus paling menantang dalam pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa Indonesia. Menjawab kebutuhan akan metode yang lebih menarik dan efektif, penelitian ini menguji pemanfaatan LingoClip sebagai media pembelajaran interaktif berbasis musik.
Penelitian dilakukan terhadap 27 siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Bone dengan menggunakan metode campuran (mixed-methods) desain Sequential Explanatory. Pada tahap awal, siswa mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan menyimak, serta mengisi angket motivasi belajar. Selanjutnya, wawancara dilakukan untuk menggali persepsi siswa terhadap penggunaan aplikasi tersebut.
Hasilnya cukup mencolok. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 47,69 pada pre-test menjadi 69,04 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 45 persen. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi, yang menandakan bahwa LingoClip efektif dalam meningkatkan pemahaman listening siswa.
Tak hanya dari sisi akademik, motivasi belajar pun ikut terdongkrak. Sebanyak 70 persen siswa menunjukkan tingkat motivasi yang tinggi setelah menggunakan aplikasi ini. Dalam wawancara, siswa menyebut pembelajaran terasa lebih menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami karena memanfaatkan lagu sebagai media belajar.
Meski terdapat kendala teknis seperti koneksi internet yang kurang stabil dan keterbatasan perangkat, secara keseluruhan penelitian ini membuktikan bahwa integrasi teknologi digital berbasis musik dapat menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya di kelas EFL (English as a Foreign Language).
Temuan ini memperkuat gagasan bahwa belajar bahasa tidak harus selalu kaku dan konvensional. Dengan pendekatan kreatif seperti musik dan teknologi, proses belajar dapat menjadi lebih hidup, bermakna, dan mampu meningkatkan keterlibatan serta kompetensi berbahasa siswa secara nyata.