Belajar Tanpa Batas: Metode Multisensori Terbukti Tingkatkan Literasi Bahasa Inggris Anak Down Syndrome

fsb.ung.ac.idGorontalo – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus terus menjadi perhatian para akademisi dan praktisi pendidikan. Salah satu fokus penting adalah bagaimana membantu anak-anak dengan Down Syndrome agar mampu mengembangkan kemampuan literasi, termasuk dalam pembelajaran bahasa Inggris. Hal inilah yang menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Sri Rumiyatiningsih Luwiti, S.Pd., M.Pd.

Penelitian tersebut mengangkat tema peningkatan literasi bahasa Inggris bagi anak-anak penyandang Down Syndrome di sekolah berkebutuhan khusus di kawasan Teluk Tomini. Anak dengan Down Syndrome diketahui memiliki kondisi genetik yang disebabkan oleh adanya kromosom tambahan pada pasangan kromosom ke-21. Kondisi ini umumnya memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif, termasuk kemampuan belajar bahasa dan literasi.

Di Gorontalo sendiri, terdapat sekolah yang secara khusus melayani kebutuhan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus, yaitu SLB Kota Gorontalo yang berlokasi di Jalan Beringin, Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi. Kehadiran sekolah ini memberikan kesempatan bagi anak-anak dengan berbagai kebutuhan khusus, termasuk Down Syndrome, untuk memperoleh pendidikan yang sesuai dengan kondisi dan potensi mereka.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan berbagai pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi bahasa Inggris pada anak dengan Down Syndrome. Pendekatan ini dilakukan dengan mendeskripsikan secara sistematis dan faktual kondisi pembelajaran serta metode yang diterapkan dalam proses pendidikan di sekolah tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi bahasa Inggris adalah metode pembelajaran multisensori. Metode ini melibatkan berbagai indera dalam proses belajar, seperti penglihatan, pendengaran, dan gerakan tubuh, sehingga membantu siswa memahami materi secara lebih mudah.

Pendekatan multisensori dinilai sangat cocok bagi anak-anak dengan Down Syndrome karena mampu menyesuaikan dengan gaya belajar mereka yang unik. Selain itu, metode ini juga terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar serta mendorong motivasi mereka untuk terus berkembang.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting bagi pengembangan praktik pendidikan inklusif, khususnya dalam pengajaran bahasa Inggris bagi anak berkebutuhan khusus. Dengan pendekatan pembelajaran yang tepat, anak-anak dengan Down Syndrome memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan literasi dan mencapai potensi terbaik mereka.

Lebih dari itu, upaya peningkatan literasi bagi anak berkebutuhan khusus juga menjadi bagian dari langkah penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan, sehingga setiap anak, tanpa terkecuali, dapat memperoleh kesempatan belajar yang layak dan bermakna.