Monggumo: Suara Leluhur yang Menghidupkan Makna Ibadah di Hari Raya, oleh: Yunus Dama

fsb.ung.ac.id, Opini – Di Gorontalo, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha tidak sekadar menjadi momentum ritual keagamaan yang sarat makna spiritual. Lebih dari itu, keduanya menjelma sebagai ruang pertemuan antara adat dan agama, dua unsur yang hidup berdampingan dan saling menguatkan dalam kehidupan masyarakat. Di antara gema takbir dan langkah jamaah menuju lapangan sholat, ada satu […]

Tradisi Jawa Tondano: Punggoan sebagai Ruang Spiritual dan Kebersamaan

Oleh: Dr. Mimy Astuty Pulukadang, S.Pd., M.Sn fsb.ung.ac.id, Opini – Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, berbagai tradisi lokal tetap bertahan sebagai penanda identitas budaya masyarakat. Salah satunya adalah tradisi Punggoan yang hidup di kalangan masyarakat Jawa Tondano. Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga menjadi ruang spiritual dan sosial yang mempertemukan nilai religius, kebersamaan, serta penghormatan […]

Jenang Reksonegoro: Warisan Rasa yang Merawat Kearifan Lokal Jawa Tondano

Oleh: Dr. Mimy Astuty Pulukadang, S.Pd., M.Sn fsb.ung.ac.id, Opini – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, Desa Reksonegoro tetap berdiri sebagai ruang ingatan yang hidup bagi masyarakat Jawa Tondano. Desa ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan lanskap budaya yang merawat nilai, tradisi, dan identitas. Setiap tahun, seminggu setelah Idul Fitri, denyut kehidupan desa ini terasa berbeda. […]

Temporan dalam Tradisi Jawa Tondano, Oleh: Mimy Pulukadang

fsb.ung.ac.id, Opini – Di tengah arus modernitas yang kian deras, ada hal-hal sederhana yang justru menyimpan makna paling dalam. Salah satunya adalah temporan (sebuah loyang kecil berisi beras) yang hidup dalam tradisi masyarakat Jawa Tondano di Desa Reksonegoro, Kabupaten Gorontalo. Sepintas, temporan tampak biasa saja. Namun, di balik kesederhanaannya, tersimpan lapisan makna sosial, budaya, dan religius yang begitu […]

Lahilote: Legenda Gorontalo tentang Cinta, Kesabaran, dan Harmoni dengan Alam

Oleh: Dr. Herman Didipu, S.Pd., M.Pd. fsb.ung.ac.id, Opini – Cerita rakyat Lahilote (Piilu le Lahilote) merupakan salah satu kisah lisan yang hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi dalam masyarakat Gorontalo. Lebih dari sekadar kisah cinta antara manusia dan putri kayangan, legenda ini menyimpan gambaran tentang kehidupan sosial, hubungan manusia dengan alam, serta nilai-nilai moral yang membentuk […]

Harmonisasi Nilai Budaya Berbasis Masjid Oleh: Yunus Dama, M.Pd

Masjid Arrahmah: Gerbang Tradisi Kuunu di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo fsb.ung.ac.id, Opini – Di Gorontalo, masjid tidak hanya dimaknai sebagai tempat menunaikan ibadah semata. Lebih dari itu, masjid menjadi pusat kehidupan masyarakat—ruang pertemuan sosial, tempat mempererat silaturahmi, serta wadah pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di tengah kehidupan masyarakat yang religius, masjid berperan […]

KOGNITIF PRAGMATIK: SEBUAH PERKENALAN

Oleh: Dr. Adriansyah Abu Katili, S.S., M.Pd fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Kognitif pragmatik adalah istilah yang tampaknya belum banyak dikenal masyarakat. Kita sudah sangat akrab dengan istilah pragmatik, yaitu sebuah kajian mengenai pemakaian bahasa dalam konteks komunikasii (Grundy, 2013). Sementara itu kognitif lebih banyak dikenal dalam ilmu pendidikan, yaitu kemampuan dalam hal pengetahuan (Adesoji, 2018). Berdasarkan fenomena itu maka penulis tergerak untuk menulis […]

Menelusuri Jejak Kekerabatan Bahasa Gorontalo, Suwawa, Atinggola, dan Bulango dalam Orasi Ilmiah Guru Besar Prof. Asna Ntelu

fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Provinsi Gorontalo memiliki keanekaragaman budaya dan bahasa daerah yang yang hingga kini tetap hidup dan digunakan oleh masyarakat dalam interaksi sehari- hari. Bahasa Gorontalo, Suwawa, Atinggola, Bulango, dan ragam kebahasaan lain yang hidup di wilayah ini tidak hanya merepresentasikan variasi linguistik, tetapi juga menyimpan jejak relasi sosial, migrasi, serta pertukaran budaya yang berlangsung lintas generasi. […]

Ortografi: Arena Sosial yang Merekam Dinamika Kekuasaan dan Identitas

fsb.ung.ac.id, Gorontalo –  Ortografi, yang sering didefinisikan sebagai sistem lambang grafis untuk mewakili bunyi bahasa, ternyata memiliki makna yang lebih dalam. Ia adalah wajah bahasa yang dilihat dunia, bukan sekadar menyalin suara, tetapi menata relasi sosial penuturnya. Hal tersebut ditegaskan Prof. Dr. Suleman Bouti, S.Pd., M.Hum dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Ortografi dalam Masyarakat Tutur Minoritas” pada […]

BAHASA PERDEBATAN, HARUS RASIONAL ATAU SANTUN?

Oleh: Dr. Adriansyah Abu Katili, S.S., M.Pd fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Ketika kita menggunakan bahasa dalam berdebat atau berpolemik, apakah kita harus rasional atau santun? Ini pertanyaan yang memandang bahasa dari dua sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang yang pertama adalah bahasa sebagai sarana berpikir ilmiah. Sudut pandang yang kedua adalah bahasa sebagai norma sosial. Salah satu norma sosial […]