fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Upaya menumbuhkan budaya literasi di sekolah kembali diwujudkan melalui inovasi sederhana namun berdampak besar. Program pojok baca di kelas 8.2 SMP Negeri 1 Bulango Selatan berhasil dihadirkan berkat kolaborasi antara mahasiswa dan siswa, menciptakan ruang literasi yang nyaman, estetik, dan inspiratif di dalam kelas.
Inisiatif ini berangkat dari keinginan bersama untuk menyediakan ruang membaca yang dapat dimanfaatkan siswa di sela-sela waktu istirahat. Dengan memanfaatkan sudut strategis di dalam kelas, pojok baca tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih hidup dan menyenangkan.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari keterlibatan aktif siswa dalam setiap tahap pelaksanaannya. Siswa kelas 8.2 turut berpartisipasi dalam proses dekorasi dan penataan ruang, mulai dari memasang hiasan dinding hingga membuat ornamen kreatif yang mencerminkan identitas mereka. Kehadiran kutipan motivasi berwarna-warni serta elemen visual buatan siswa sendiri memberikan sentuhan personal yang kuat, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas tersebut.
Selain aspek visual, keberhasilan pojok baca juga ditentukan oleh pemilihan bahan bacaan yang relevan dengan minat siswa. Koleksi yang disediakan mencakup majalah populer, novel fiksi, hingga buku pengetahuan umum dengan ilustrasi menarik. Keberagaman ini bertujuan untuk mengubah persepsi bahwa membaca adalah aktivitas yang membosankan, sekaligus menghadirkan alternatif hiburan yang edukatif di lingkungan sekolah.
Seiring berjalannya waktu, pojok baca ini menjadi ruang yang aktif digunakan siswa. Mereka memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membaca santai, berdiskusi ringan, hingga memperluas wawasan di luar materi pelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan literasi yang kreatif mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap kegiatan membaca.
Secara keseluruhan, hadirnya pojok baca di kelas 8.2 SMP Negeri 1 Bulango Selatan menjadi bukti bahwa sinergi antara mahasiswa dan siswa dapat menghasilkan inovasi lingkungan belajar yang positif. Pojok baca ini kini berfungsi sebagai pusat literasi mikro yang efektif dalam merangsang rasa ingin tahu siswa setiap hari.
Ke depan, program ini diharapkan dapat terus berkembang melalui penambahan koleksi bacaan secara berkala, serta menjadi inspirasi bagi kelas-kelas lain dalam menciptakan ruang literasi yang kreatif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.