Mahasiswa FSB Angkat Inovasi Pembelajaran Sastra di Seminar Internasional 2025

fsb.ung.ac.idGorontalo – Mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo turut ambil bagian sebagai pemakalah dalam ajang bergengsi International Conference on Education 2025 yang diselenggarakan pada 23–24 Juli 2025. Konferensi internasional ini mengusung tema “Navigating Global Literacies: Empowering Learners Through Language, Technology, and Well-being.”

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa FSB yakni Clarina S.M. Kombu dan Amelia Lamadi didampingi oleh dosen pembimbing Dr. Herman Didipu, S.Pd., M.Pd., mempresentasikan makalah berjudul “Utilization of Inquiry Learning Model Assisted by Canva and Kahoot Media in Learning Short Story Building Elements” (Pemanfaatan Model Pembelajaran Inkuiri Berbantuan Media Canva dan Kahoot dalam Pembelajaran Unsur Pembangun Cerpen).

Karya ilmiah ini menawarkan pendekatan inovatif dalam pengajaran sastra, khususnya dalam memahami unsur pembangun cerita pendek, melalui integrasi model inkuiri dan pemanfaatan media digital interaktif.

Makalah ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar sastra. Penggunaan media Canva dinilai efektif dalam membantu siswa memvisualisasikan alur cerita, latar, dan karakter, sedangkan Kahoot berperan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui kuis interaktif. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga relevan dengan gaya belajar generasi digital masa kini.

Dalam paparannya, Clarina dan Amelia menjelaskan bahwa metode ini mendorong siswa untuk mengeksplorasi materi secara mandiri, berpikir kritis, dan berkolaborasi dalam proses belajar.

Sementara itu, Dr. Herman Didipu menegaskan bahwa pembelajaran sastra dapat terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi tanpa menghilangkan nilai-nilai esensialnya.

“Melalui integrasi antara metode pembelajaran klasik dan teknologi digital, kami ingin menunjukkan bahwa sastra bisa diajarkan secara modern dan menyenangkan,” ungkap Dr. Herman.

Partisipasi tim dari FSB tidak hanya menjadi wadah untuk berbagi inovasi pembelajaran, tetapi juga mencerminkan semangat kolaborasi lintas disiplin yang terus dikembangkan di lingkungan kampus. Diharapkan, kontribusi ini menjadi langkah awal menuju pembelajaran sastra yang lebih adaptif, kreatif, dan kontekstual di masa depan.