fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Inovasi dalam dunia pendidikan kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Moh. Ulfan Igirisa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya, berhasil mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi berupa QR Code–Puzzle yang terbukti mampu meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa.
Penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 2 Kwandang ini merupakan bagian dari skripsi berjudul “The Influence of QR Code – Puzzle Towards Students’ Speaking Ability at Eight Grade of SMP Negeri 2 Kwandang.” Penelitian tersebut dibimbing oleh Prof. Dr. Hasanuddin Fatsah, M.Hum., dan Haris Danial, S.Pd., M.A.
Dalam penelitiannya, Ulfan menggabungkan permainan teka-teki dengan teknologi QR Code sebagai media pembelajaran interaktif. Metode ini dirancang untuk membuat proses belajar bahasa Inggris lebih menarik, interaktif, dan menantang bagi siswa.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen melalui pre-test dan post-test pada satu kelompok. Sebanyak 29 siswa kelas VIII-4 menjadi partisipan dalam penelitian ini. Untuk mengukur kemampuan berbicara siswa, peneliti menggunakan tes esai lisan yang terdiri dari sembilan pertanyaan yang berfokus pada materi Recount Text.
Selama enam kali pertemuan, siswa belajar menggunakan media QR Code–Puzzle yang terintegrasi dengan materi pembelajaran. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan metode Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil analisis menunjukkan nilai Z sebesar -4,733 dengan nilai signifikansi (2-tailed) kurang dari 0,001. Karena nilai p lebih kecil dari 0,05, hipotesis nol ditolak. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test siswa.
Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media QR Code–Puzzle secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. Selain itu, metode ini juga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan efektif.
Dari lima komponen kemampuan berbicara yang dinilai—pelafalan, tata bahasa, kosakata, kelancaran, dan pemahaman—komponen pemahaman (comprehension) menunjukkan peningkatan paling tinggi, disusul oleh pelafalan (pronunciation).
Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi sederhana seperti QR Code dalam proses pembelajaran dapat menjadi alternatif inovatif bagi guru untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif dan menyenangkan.
Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini