fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Transformasi pembelajaran di era digital menuntut guru untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan pelatihan digital berbasis Genially di SMP Negeri 3 Satap Tabongo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program UNG Mengajar yang bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru, khususnya dalam menyusun media pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menarik. Pelatihan diikuti oleh para guru yang antusias untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih inovatif di kelas.
Dalam pelatihan ini, mahasiswa memperkenalkan Genially sebagai platform digital yang memungkinkan pembuatan media presentasi berbasis visual interaktif. Materi yang diberikan meliputi pengenalan platform, pembuatan akun, pemilihan template, penyusunan konten, hingga praktik langsung membuat media pembelajaran.
Pendekatan pelatihan dilakukan secara aplikatif dengan sistem pendampingan langsung. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dibimbing secara intensif dalam mengoperasikan berbagai fitur Genially. Melalui metode praktik ini, guru dapat langsung menghasilkan produk media pembelajaran yang siap digunakan di kelas.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para guru активно mengeksplorasi fitur-fitur interaktif yang tersedia, seperti animasi, kuis, dan tampilan visual yang dinamis. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu membuka ruang kreativitas baru dalam proses pembelajaran.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa UNG berharap penggunaan Genially dapat menjadi alternatif solusi dalam pengembangan media pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong guru untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa.
Dengan demikian, pelatihan digital berbasis Genially ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga memperkuat integrasi teknologi dalam dunia pendidikan, khususnya di SMP Negeri 3 Satap Tabongo.