Perkuat Kapasitas Ormawa dan Jiwa Wirausaha, FSB UNG Gelar Sosialisasi PPK Ormawa dan P2MW

fsb.ung.ac.idGorontalo – Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan Sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendorong peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Wakil Dekan III FSB UNG, Dr. Herson Kadir, M.Pd., menjelaskan bahwa, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa, khususnya pengurus Ormawa, terkait peluang program peningkatan kapasitas organisasi yang dikompetisikan di tingkat nasional.

“Sosialisasi ini kami laksanakan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh tentang PPK Ormawa dan P2MW, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri secara matang dalam mengikuti kompetisi yang diselenggarakan kementerian,” ujarnya.

Wakil Dekan III mengatakan, dalam kompetisi PPK Ormawa terdapat beberapa skema yang dapat dipilih, seperti desa cerdas, desa budaya, dan desa tangguh bencana. Melalui skema tersebut, mahasiswa didorong melakukan identifikasi persoalan di desa, kemudian merancang program yang menawarkan solusi berbasis kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, program ini juga menjadi strategi fakultas untuk meningkatkan jumlah Ormawa yang mampu berprestasi di tingkat nasional. Pada tahun 2025, salah satu Ormawa FSB UNG berhasil meraih medali emas pada ajang PPK Ormawa.

“Untuk tahun 2026, kami menargetkan lebih dari satu Ormawa yang lolos. Harapannya tidak hanya mempertahankan capaian emas, tetapi juga memperluas peluang meraih perak maupun perunggu di tingkat nasional,” tambahnya.

Selain PPK Ormawa, kegiatan ini turut menekankan pentingnya Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Program ini bertujuan meningkatkan jumlah mahasiswa yang menjalankan usaha di perguruan tinggi, memperkuat pembinaan kewirausahaan berbasis karakter inovatif dan usaha berkelanjutan, serta membangun ekosistem kewirausahaan kampus dengan melibatkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), komunitas, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Secara manfaat, P2MW diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perguruan tinggi dalam membina kewirausahaan mahasiswa serta memperluas jejaring kolaborasi dengan sektor eksternal.

Pemateri kegiatan, Haris Danial, S.Pd., MA menegaskan bahwa PPK Ormawa bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.

“Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk mengaktualisasikan kompetensi akademik dalam bentuk pengabdian nyata. Mereka tidak hanya aktif dalam struktur organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dan sinergi antar-Ormawa menjadi faktor penting dalam menyusun program yang komprehensif dan berkelanjutan.

FSB UNG juga mendorong mahasiswa untuk segera membentuk tim, menentukan tema program, serta menetapkan desa sasaran sebagai lokasi observasi dan pengabdian. Proposal yang disusun nantinya akan melalui proses seleksi di tingkat universitas sebelum diajukan ke tingkat nasional.

Sebagai bentuk apresiasi, fakultas menyiapkan insentif akademik bagi mahasiswa yang berhasil lolos hingga tingkat nasional. Partisipasi dan capaian dalam program PPK Ormawa maupun P2MW akan dikonversi menjadi empat hingga enam SKS sebagai pengganti beberapa mata kuliah.

Melalui pelaksanaan PPK Ormawa dan P2MW, FSB UNG menargetkan lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kepedulian sosial yang tinggi.