fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris terus dilakukan oleh para akademisi. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Sri Widyarti Ali, dosen dari Universitas Negeri Gorontalo, dengan mengusung tema “Membangun Keterampilan Berkomunikasi Bahasa Inggris Efektif melalui Pelatihan Penggunaan Kosakata Deskriptif bagi Siswa SMP di Kawasan Teluk Tomini.”
Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris di era globalisasi. Namun, kenyataannya masih banyak siswa di Indonesia, khususnya di kawasan pesisir Teluk Tomini, yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris secara efektif, terutama dalam penggunaan kosakata deskriptif.
Melalui program pelatihan ini, para siswa diperkenalkan pada berbagai strategi pembelajaran yang menekankan penggunaan pendekatan visual interaktif. Metode ini memanfaatkan berbagai media visual seperti gambar, video, dan animasi yang menarik untuk membantu siswa memahami serta menginternalisasi makna kosakata deskriptif dengan lebih mudah.
Selain penggunaan media visual, kegiatan pelatihan juga dirancang secara interaktif melalui berbagai aktivitas pembelajaran seperti diskusi kelompok, permainan bahasa, serta latihan praktik komunikasi. Pendekatan tersebut bertujuan untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menggunakan bahasa Inggris.
Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang positif. Para siswa mengalami peningkatan kemampuan dalam menggunakan kosakata deskriptif dalam komunikasi sehari-hari. Tidak hanya itu, selama pelatihan berlangsung para peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dan partisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan.
Melalui program pengabdian ini, diharapkan siswa di kawasan Teluk Tomini dapat memperoleh pengalaman belajar bahasa Inggris yang lebih menarik, efektif, dan menyenangkan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan keterampilan komunikasi bahasa Inggris siswa, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan metode pembelajaran bahasa yang lebih inovatif di sekolah-sekolah.