fsb.ung.ac.id, Yogyakarta – Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengambil peran strategis dalam perumusan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) bahasa dan seni tingkat nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan tinggi. Keterlibatan ini mencerminkan komitmen FSB UNG dalam mendorong transformasi kelembagaan yang adaptif terhadap dinamika global, sekaligus memastikan kontribusi nyata dalam pengembangan bidang bahasa dan seni di Indonesia.
Peran aktif FSB dilakukan melalui Diskusi Kelompok Terpumpun Forum Fakultas Bahasa dan Seni Indonesia dengan tema “Lingua-Art Networking: Transformasi Kreatif Bahasa dan Seni untuk Pencapaian IKU Universitas” yang dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta pada Kamis–Sabtu (09-11/04). Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi perguruan tinggi untuk menyelaraskan arah kebijakan, berbagi praktik baik, serta merumuskan strategi implementatif dalam meningkatkan kinerja institusi.
FSB UNG diwakili oleh jajaran pimpinan fakultas, yakni Dekan Prof. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Salam, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Zulkifli Tanipu, M.A., Ph.D., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Herson Kadir, M.Pd. Kehadiran pimpinan ini menunjukkan keseriusan FSB UNG dalam mengambil posisi aktif dan kontributif dalam forum nasional tersebut.
Dalam diskusi, para peserta membahas berbagai strategi pencapaian IKU terbaru yang responsif terhadap tantangan global, termasuk peningkatan kualitas lulusan, penguatan luaran tridarma perguruan tinggi, perluasan kolaborasi internasional, serta inovasi pembelajaran berbasis teknologi di bidang bahasa dan seni.
Dekan FSB UNG, Prof. Nonny Basalama, MA, Ph.D menegaskan bahwa keterlibatan aktif dalam forum ini merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi fakultas dalam peta pendidikan tinggi nasional. Ia menekankan bahwa pencapaian IKU terbaru harus berorientasi pada dampak nyata terhadap mutu pembelajaran, kualitas penelitian, dan kontribusi kepada masyarakat, internasionalisasi, dan sumbangsih terhadap pencapaian SDGs.
Melalui forum ini, FSB UNG diharapkan mampu mengadopsi praktik terbaik serta merumuskan strategi yang kontekstual dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperkuat sinergi antar perguruan tinggi dalam pengembangan bahasa dan seni di Indonesia.