fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (HMJ-PBI), Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menyelenggarakan kegiatan R.A.M.A.D.A.N (Ramadan Moment of English Department and Networking) dengan mengusung tema “United in Faith, Moving in Kindness”. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun silaturahmi yang lebih erat sekaligus menumbuhkan solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Acara R.A.M.A.D.A.N berlangsung di Masjid Al-Arif, Taman Center Point Bone Bolango, Sabtu (28/02/2026), dan dihadiri oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan ini juga menghadirkan Ustad Husain Rahim sebagai penceramah, serta dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FSB UNG, Dr. Herson Kadir, S.Pd., M.Pd.,
Wakil Dekan III FSB UNG, Dr. Herson Kadir, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan, Ramadan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang menghadirkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian. Melalui berbagai rangkaian kegiatan seperti buka puasa bersama, santunan, berbagi takjil, serta interaksi langsung dengan warga, mahasiswa berkesempatan untuk lebih dekat dan memahami realitas sosial di lingkungan sekitar.
““Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menumbuhkan empati dan memperkuat hubungan sosial. Kami ingin mahasiswa dan masyarakat bisa saling mengenal, saling mendukung, dan tumbuh bersama,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kajiannya, Ustad Husain Rahim menyampaikan pemahaman tentang akidah dan pola berpikir menuju keimanan. Beliau menegaskan: “Jalan menuju keimanan adalah proses berpikir, bukan dengan perasaan.”
“Orang beriman itu ada tiga macam: beriman karena lingkungan, beriman karena perasaan, dan beriman karena proses berpikir,” ucapnya.
Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada para pengendara yang melintas di depan masjid serta masyarakat yang berbuka di masjid. Kegiatan ditutup dengan berbuka puasa bersama antara mahasiswa dan masyarakat setempat.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Kehadiran mahasiswa disambut hangat sebagai bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sosialnya. Interaksi yang terjalin tidak hanya menciptakan suasana kekeluargaan, tetapi juga membuka ruang dialog yang konstruktif antara mahasiswa dan warga.
Melalui R.A.M.A.D.A.N, nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas tidak hanya dirasakan selama bulan suci, tetapi diharapkan terus berlanjut dalam berbagai bentuk kolaborasi di masa mendatang. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ketika mahasiswa dan masyarakat berjalan berdampingan, tercipta kekuatan sosial yang mampu membawa dampak positif dan berkelanjutan.
Dengan semangat Ramadan, R.A.M.A.D.A.N menjadi simbol persatuan—menguatkan silaturahmi, meneguhkan solidaritas, dan menebarkan kebaikan untuk sesama.