fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu, (11/02/2026), bertempat di Ruang Loolade FSB UNG menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja sekaligus merumuskan arah kebijakan fakultas ke depan.
Raker ini menegaskan komitmen FSB dalam memantapkan program internasionalisasi sebagai langkah strategis menuju penguatan posisi di pemeringkatan QS Asia dan dunia.
Dekan FSB UNG, Prof. Nonny Basalama, MA., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Raker FSB 2026 ini fokus pada penyelarasan visi dan program kerja yang mendukung standar internasional, baik dalam bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun tata kelola kelembagaan. Internasionalisasi dipandang sebagai elemen kunci untuk meningkatkan daya saing fakultas di tingkat regional dan global.
“Beberapa agenda strategis yang menjadi perhatian dalam Raker ini meliputi penguatan kerja sama internasional, peningkatan kualitas publikasi ilmiah bereputasi global, pengembangan kurikulum berorientasi internasional, serta peningkatan mobilitas dosen dan mahasiswa”
“Seluruh program tersebut dirancang untuk mendukung indikator-indikator penilaian QS Ranking Asia dan Dunia secara berkelanjutan,” tegas Prof. Nonny Basalama.
Prof. Nonny menekankan pentingnya sinergi seluruh sivitas akademika dalam mengimplementasikan hasil Raker. Komitmen bersama dinilai menjadi fondasi utama agar program internasionalisasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar terwujud dalam praktik akademik dan budaya mutu di lingkungan FSB.
“Melalui Raker FSB 2026 ini, diharapkan lahir langkah-langkah konkret dan terukur yang mampu mendorong FSB berkontribusi lebih kuat dalam pencapaian reputasi institusi di tingkat Asia dan dunia, sejalan dengan visi universitas untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global,” pungkasnya.