Sah Jadi Sarjana: Pengukuhan dan Ramah Tamah Wisudawan Fakultas Sastra dan Budaya Berlangsung Khidmat

fsb.ung.ac.idGorontalo – Selasa (07/04/2026), bertempat di Grand Sumber Ria Ballroom, Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar prosesi pengukuhan sarjana yang dirangkaikan dengan acara ramah tamah wisudawan dan wisudawati dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan. Kegiatan ini menjadi penanda resmi berakhirnya masa studi sekaligus awal perjalanan baru para lulusan di tengah masyarakat.

Prosesi pengukuhan berlangsung tertib dengan dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tendik, serta keluarga wisudawan. Dalam momen tersebut, sebanyak 41 mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya resmi dikukuhkan sebagai sarjana setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Sendtratasik.

Dekan FSB UNG, Prtof. Nonny Basalama, M.A., Ph.D dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan para wisudawan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai budaya dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia berharap lulusan mampu menjadi generasi yang berintegritas, kritis, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Momentum ini bukan akhir, melainkan awal dari pengabdian. Jadilah sarjana yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berkontribusi bagi masyarakat”

“Lulusan Fakultas Sastra dan Budaya diharapkan tidak hanya menjadi individu yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi penjaga dan penggerak nilai-nilai budaya di tengah dinamika zaman. Bekal ilmu bahasa, sastra, dan budaya yang telah diperoleh selama masa studi hendaknya menjadi landasan kuat untuk berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan”

“Di era globalisasi ini, para sarjana diharapkan mampu bersaing secara profesional tanpa kehilangan jati diri. Kemampuan berbahasa, berpikir kritis, serta memahami keberagaman budaya menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan sosial,” ujar Prof. Nonny.

Selain itu, Prof. Nonny mengatakan, lulusan Fakultas Sastra dan Budaya diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Peran dalam dunia pendidikan, media, industri kreatif, hingga pelestarian budaya lokal sangat dibutuhkan untuk menjaga identitas bangsa sekaligus mendorong inovasi.

“Integritas, etika, dan semangat belajar sepanjang hayat juga menjadi kunci penting. Dunia akan terus berubah, dan hanya mereka yang adaptif serta terus mengembangkan diri yang mampu bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Setelah prosesi pengukuhan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antara lulusan, dosen, dan keluarga, sekaligus bentuk apresiasi atas perjuangan selama menempuh pendidikan.

Ishak Y. Madjid, wisudawan terbaik dari Jurusan Pendidkan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam kesan dan pesannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh civitas akademika serta orang tua yang telah memberikan dukungan.

“Saya lahir dari keluarga sederhana, Papa hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SD, Mama bahkan tak sempat merasakan bangku sekolah. Namun, cinta dan perjuangan mereka tak pernah sederhana. Dari tangan mereka, semua kebutuhan dan mimpi saya dipenuhi tanpa lelah”

“Hari ini saya buktikan, dari rumah sederhana, lahir seorang sarjana. Papa, Mama kasih sayang kalian adalah cahaya terbesar dalam hidup saya. Terima kasih. Panjang umur, agar kami anak-anakmu terus bisa berbakti,” ucapnya penuh haru.

Ia juga menegaskan komitmen para lulusan untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang dan di masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Sastra dan Budaya kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi penjaga dan pengembang nilai-nilai budaya di era global.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian ucapan selamat, menandai berakhirnya prosesi yang sarat makna tersebut.