fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Setelah sebelumnya berhasil meraih sertifikasi profesional nasional dan gelar non-akademik Certified Basic Educator (C.BE) dengan predikat istimewa, Abdul Gias Tomayahu, C.BE., mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Bastrasia), Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan memperoleh gelar non-akademik Certified Book Reference Writer (C.BRW).
Gelar tersebut diperoleh setelah Abdul Gias Tomayahu mengikuti dan dinyatakan lulus dalam kegiatan Reference Book Writing Training yang diselenggarakan oleh PT Penerbit Penamuda Media. Pelatihan penulisan buku referensi ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 17 Januari 2026, dengan total beban pembelajaran sebanyak 20 Jam Pelajaran (JP).
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi menulis buku referensi akademik secara sistematis, etis, dan sesuai dengan standar nasional penerbitan ilmiah. Materi yang dipelajari mencakup pengenalan buku akademik dan klasifikasinya, standar dan regulasi buku referensi, teknik penulisan ilmiah dengan dan tanpa bantuan kecerdasan buatan (AI), fondasi logika dan struktur penulisan ilmiah, perancangan outline buku referensi, strategi memperoleh ISBN, proses penerbitan buku, optimalisasi indeks Google Scholar, serta prosedur klaim buku pada platform SINTA dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Selain materi teoritis, peserta juga diwajibkan mengikuti praktik penulisan buku, penugasan ilmiah, serta post-test sebagai bentuk evaluasi kompetensi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Abdul Gias Tomayahu dinyatakan memenuhi seluruh kriteria kelulusan dan berhak menyandang gelar non-akademik C.BRW (Certified Book Reference Writer) yang dibuktikan dengan sertifikat resmi dari PT Penerbit Penamuda Media.
“Gelar C.BRW ini menjadi kelanjutan dari proses belajar saya setelah C.BE. Jika sebelumnya berfokus pada kompetensi dasar pendidik, maka pelatihan ini memperkuat kapasitas saya sebagai penulis akademik, khususnya dalam penulisan buku referensi ilmiah,” ungkap Gias.
Ia menambahkan bahwa pelatihan tersebut membuka wawasan baru mengenai dunia kepenulisan akademik yang tidak hanya menuntut kemampuan teknis, tetapi juga integritas ilmiah, ketepatan metodologis, serta tanggung jawab akademik dalam menyajikan pengetahuan.
“Menulis buku referensi bukan sekadar menyusun materi, tetapi juga menyusun gagasan secara logis, teruji, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” tambahnya.
Capaian ini semakin menegaskan komitmen Abdul Gias Tomayahu dalam mengembangkan diri sebagai mahasiswa yang aktif, adaptif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi profesional di luar ruang kelas. Keberhasilan meraih dua gelar non-akademik nasional, yakni C.BE dan C.BRW, menjadi bukti nyata semangat belajar berkelanjutan (lifelong learning) yang sejalan dengan visi Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo.
Apresiasi atas capaian tersebut kembali datang dari jajaran pimpinan Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo. Dekan FSB UNG, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan Abdul Gias Tomayahu dalam meraih gelar non-akademik Certified Book Reference Writer (C.BRW), setelah sebelumnya juga berhasil memperoleh gelar Certified Basic Educator (C.BE).
“Kami sangat mengapresiasi konsistensi dan komitmen Abdul Gias Tomayahu dalam mengembangkan kompetensi diri. Setelah meraih C.BE, kini ia kembali menunjukkan capaian membanggakan dengan memperoleh gelar C.BRW. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kontribusi nyata bagi Fakultas Sastra dan Budaya dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya pada aspek pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus,” ujar Prof. Nonny.
Prof. Nonny menambahkan bahwa semangat mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri melalui berbagai jalur pelatihan dan sertifikasi profesional mencerminkan karakter pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) yang sangat dibutuhkan di era pendidikan yang dinamis dan kompetitif.
“Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berani mengambil peluang pengembangan diri, serta memperluas wawasan dan kompetensi profesional sesuai bidang keilmuan masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Dekan I FSB UNG, Dr. Salam, S.Pd., M.Pd., dan Wakil Dekan II, Zulkifli Tanipu, S.Pd., M.A., Ph.D., turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas inisiatif Abdul Gias Tomayahu dalam meningkatkan kapasitas akademik dan profesional melalui pelatihan kepenulisan buku referensi di tingkat nasional.
Wakil Dekan III, Dr. Herson Kadir, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi positif bagi mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya UNG untuk terus berprestasi dan memperluas ruang aktualisasi diri, baik di bidang pendidikan maupun kepenulisan akademik.
“Kami berharap semakin banyak mahasiswa FSB UNG yang memanfaatkan peluang pelatihan dan sertifikasi profesional seperti ini guna meningkatkan daya saing lulusan serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan dunia akademik,” ungkapnya.
Pihak fakultas menilai keberhasilan ini sebagai bukti nyata bahwa mahasiswa FSB UNG memiliki semangat pengembangan diri yang tinggi serta berkomitmen untuk menjadi insan akademik yang unggul, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Dengan semangat lifelong learning, Fakultas Sastra dan Budaya UNG optimistis akan terus mencetak lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian kemanusiaan yang tinggi,” tutup pernyataan resmi Fakultas Sastra dan Budaya UNG.