Usung Isu Patriarki dalam Sastra, Mahasiswa FSB UNG Jadi Presenter pada Konferensi Internasional

fsb.ung.ac.idGorontalo – Dua mahasiswa dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yakni Widyawati Bagoe dan Nurmala M. Abubakar, tampil sebagai presenter dalam ajang bergengsi International Conference on Education 2025 yang diselenggarakan pada Kamis, 24 Juli 2025.

Dalam forum akademik bertaraf internasional tersebut, keduanya mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Menggugat Belenggu Patriarki: Analisis Feminis Radikal Budaya Keluarga dalam Novel Kembali Bebas Karya Sasa Ahadiah”.

Penelitian ini mengkaji bagaimana struktur budaya patriarki yang mengakar dalam institusi keluarga digambarkan secara kritis dalam karya sastra Indonesia kontemporer, khususnya melalui pendekatan feminisme radikal.

Widyawati dan Nurmala mengungkapkan bahwa novel Kembali Bebas menampilkan tokoh perempuan yang mengalami penindasan berbasis gender di ranah domestik, dan bagaimana upaya pembebasan dari struktur tersebut menjadi bentuk perlawanan terhadap sistem patriarki yang mapan.

Keterlibatan mereka sebagai presenter dalam konferensi ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan hasil riset mahasiswa UNG di kancah internasional, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran kajian sastra sebagai medium advokasi terhadap isu kesetaraan gender dan keadilan sosial.

Kegiatan konferensi yang diikuti oleh akademisi dan peneliti dari berbagai negara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa FSB UNG untuk memperluas jejaring ilmiah sekaligus menegaskan posisi sastra sebagai ruang kritik dan transformasi sosial.