fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan capaian akademik dengan meluluskan 41 mahasiswa pada Wisuda Periode 60 Program Diploma, Sarjana, Magister dan Doktor Universitas Negeri Gorontalo yang berlangsung di Auditorium UNG, Selasa (14/04/2026).
Momentum ini menjadi bukti konsistensi fakultas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi kultural dan daya saing global.
Prosesi wisuda yang berlangsung khidmat tersebut menjadi puncak dari perjalanan akademik para mahasiswa setelah menempuh berbagai tahapan pendidikan, mulai dari perkuliahan, penelitian ilmiah, hingga penyusunan tugas akhir.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. menegaskan bahwa, di tengah dinamika krisis global yang ditandai dengan ketidakpastian ekonomi, disrupsi teknologi, serta tantangan sosial dan lingkungan, para wisudawan diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten, tetapi juga tangguh dan visioner dalam menghadapi perubahan zaman.
Pertama, wisudawan dituntut untuk adaptif terhadap perubahan. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan transformasi industri mengharuskan lulusan terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat menjadi kunci dalam mempertahankan relevansi di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Kedua, pentingnya inovasi dan kreativitas sebagai respons terhadap krisis. Wisudawan diharapkan mampu menciptakan solusi baru berbasis keilmuan yang dimiliki, baik dalam bidang pendidikan, budaya, maupun sektor lainnya. Inovasi tidak hanya terbatas pada teknologi, tetapi juga pada pendekatan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketiga, integritas dan etika menjadi fondasi utama. Di tengah kompleksitas global, lulusan perguruan tinggi harus menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalisme. Integritas menjadi pembeda penting di tengah persaingan yang semakin ketat.
Keempat, wisudawan diharapkan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Krisis global tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mencakup isu perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan krisis kemanusiaan. Oleh karena itu, lulusan diharapkan mampu berkontribusi secara nyata dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Terakhir, wisudawan perlu memiliki daya juang dan resiliensi. Tantangan global seringkali menghadirkan ketidakpastian, namun dengan mental yang kuat dan sikap pantang menyerah, setiap hambatan dapat diubah menjadi peluang.
Dengan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman akademik, para wisudawan diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga pencipta lapangan kerja (job creator) yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Dekan FSB UNG, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D dalam keterangannya menyampaikan bahwa, capaian ini tidak terlepas dari komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan. “Kelulusan 41 mahasiswa pada periode ini menunjukkan bahwa FSB UNG terus berupaya menghasilkan lulusan yang adaptif, kritis, dan mampu berkontribusi di tengah dinamika masyarakat dan krisis global saat ini,” ujarnya.