Tiga Tim Mahasiswa FSB UNG Lolos Pendanaan PKM Nasional 2026, Angkat Isu Geopark dan Literasi Sosial Digital

fsb.ung.ac.idGorontalo – Kabar membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Tiga tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berhasil lolos pendanaan tingkat nasional Tahun 2026 melalui program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti meningkatnya kualitas riset, pengabdian, dan inovasi mahasiswa FSB UNG dalam menjawab isu-isu sosial, budaya, lingkungan, hingga literasi digital masyarakat. Seluruh tim yang lolos berasal dari mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris FSB UNG dengan dosen pendamping Haris Danial, S.Pd., M.A.

Dua tim berhasil lolos pada skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), sementara satu tim lainnya lolos pada skema PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM).

Tim pertama yang lolos pada kategori PKM-RSH mengangkat judul “Analisis Mitos Geologis Benteng Otanaha: Penerjemahan Cerita Rakyat Berbasis Ekokritik sebagai Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Geopark Gorontalo.” Tim ini diketuai oleh Daniyal Setiadi Putra Supu dengan anggota Eka Febrianto, Tiara Septiani Abd. Kadir, Umriyani U. Akili, dan Pebri Guballi.

Melalui penelitian tersebut, mahasiswa berupaya mengangkat kembali nilai budaya lokal dan cerita rakyat Gorontalo melalui pendekatan penerjemahan berbasis ekokritik guna mendukung pengembangan kawasan geopark dan pariwisata daerah.

Sementara itu, tim kedua pada kategori PKM-RSH mengusung judul “Ekolinguistik Sastra Lisan Lohidu: Dekonstruksi Leksikon Bencana untuk Perancangan Glosarium Ekowisata Geopark Gorontalo Bertaraf Internasional.” Tim ini dipimpin oleh Fadhilah Nuruljannah M dengan anggota Riyansah Mahmud, Meilanda K. Suna, Afrizal Bagoe, dan Jery Nggolitu.

Penelitian tersebut menitikberatkan pada pelestarian sastra lisan daerah melalui pendekatan ekolinguistik yang diintegrasikan dengan pengembangan glosarium ekowisata sebagai upaya memperkuat identitas budaya Gorontalo di tingkat internasional.

Tidak hanya fokus pada riset budaya dan lingkungan, mahasiswa FSB UNG juga menunjukkan kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat melalui skema PKM-PM. Tim dengan judul “Transformasi Karang Taruna sebagai Satgas Anti Pinjol Ilegal melalui Kampanye Sinematografi Berbasis Nilai Tinepo di Gorontalo” turut dinyatakan lolos pendanaan nasional.

Tim tersebut diketuai oleh Moh. Adriansyah Lahamu dengan anggota Yeyan Wati Umar, Wahyu Dwi Rahmadani, Gusti Randa Nurudja dari Program Studi Statistika FMIPA, serta Tinelia Putri Tahaku dari Program Studi Statistika FMIPA.

Program ini dirancang sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai bahaya pinjaman online ilegal melalui pendekatan kampanye kreatif berbasis sinematografi dan nilai budaya lokal “Tinepo”.

Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa serta dosen pendamping yang berhasil mengharumkan nama fakultas di tingkat nasional.

“Capaian ini merupakan bukti bahwa mahasiswa FSB UNG mampu bersaing secara nasional melalui gagasan-gagasan kreatif, inovatif, dan berbasis kearifan lokal. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut sejalan dengan semangat internasionalisasi Universitas Negeri Gorontalo menuju world class university melalui penguatan riset, kreativitas mahasiswa, dan pengabdian berbasis budaya lokal.

Lolosnya pendanaan PKM nasional ini mempertegas komitmen mahasiswa FSB UNG dalam menghasilkan karya akademik yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi pembangunan budaya, pendidikan, dan masyarakat Gorontalo.

#FSBMOLAMAHU