Visiting Lecturer di Fujian Polytechnic Normal University: Bahasa, Angklung, dan Tarian yang Memikat Fuqing

oleh: Dr. Hanisah Hanafi, M.Pd.

KegiatanVisiting Lecturer (VL) – Pengajaran Bahasa Indonesia & Pengenalan Budaya Indonesia
MitraFujian Polytechnic Normal University (FPNU), School of Foreign Languages
LokasiFuqing, Provinsi Fujian (wilayah administratif Fuzhou), Tiongkok
Waktu14–18 Desember 2025 (berdasarkan undangan resmi FPNU)
SasaranSiswa kelas 4 (Primary School Affiliated to FPNU) dan mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia

fsb.ung.ac.idGorontalo – Berdasarkan undangan resmi Fujian Polytechnic Normal University (FPNU), saya menjalankan program Visiting Lecturer di Fuqing, Provinsi Fujian, Tiongkok, pada 14–18 Desember 2025. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat jejaring kemitraan perguruan tinggi sekaligus menghadirkan pengalaman belajar Bahasa Indonesia yang komunikatif dan kaya unsur budaya.

Dalam program ini, saya berangkat bersama empat kolega dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Kolaborasi lintas institusi ini menjadi modal kuat untuk menghadirkan pembelajaran yang variatif—mulai dari bahasa, musik, hingga tari.

“Kami melihat antusiasme yang luar biasa. Mereka ingin bisa berbahasa Indonesia dengan lebih natural, dan paling seru ketika belajar lewat praktik budaya—angklung dan tarian.” — Hanisah Hanafi Hambali

Belajar Bahasa Indonesia Sejak Dini: Kelas 4 di Primary School Affiliated to FPNU

Salah satu agenda utama adalah mengajar Bahasa Indonesia kepada siswa kelas 4 di Primary School Affiliated to FPNU (ex-school). Pembelajaran dikemas ringan dan menyenangkan lewat pengenalan kosakata, ungkapan sederhana, serta lagu-lagu anak Indonesia. Model pembelajaran seperti ini membuat siswa cepat terlibat, berani menirukan pelafalan, dan menikmati proses belajar tanpa rasa tertekan.

Angklung dan Tarian Jawa Barat: Praktik Budaya yang “Hidup” di Kelas Mahasiswa

Di tingkat universitas, kegiatan difokuskan pada mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia di bawah School of Foreign Languages. Kami membawa seperangkat angklung dan busana tradisional untuk memberi pengalaman budaya yang otentik. Mahasiswa tidak hanya mengenal konteks budaya, tetapi juga dilatih teknik dasar hingga mampu memainkan angklung untuk beberapa lagu, lalu berlatih tarian dari Jawa Barat.

Puncaknya, mahasiswa menampilkan permainan angklung dan tarian di panggung di hadapan para pejabat fakultas dan jurusan. Penampilan mereka sangat bagus dan membuat para dosen kagum melihat progres mahasiswa dalam waktu latihan yang relatif singkat.

Seminar Akademik Hari Ketiga: Berbagi Praktik Baik di Hadapan Dosen Prodi Bahasa Indonesia

Pada hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan sesi seminar akademik. Saya bersama rekan-rekan dosen tamu mempresentasikan materi sesuai bidang dan pengalaman masing-masing di hadapan dosen-dosen Program Studi Bahasa Indonesia. Forum ini menjadi ruang diskusi yang hangat—membahas strategi pengajaran, penguatan literasi bahasa, serta cara menghadirkan pembelajaran budaya yang tetap relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Melalui seminar ini, pertukaran gagasan berlangsung dua arah: kami berbagi pendekatan, dan para dosen setempat juga menyampaikan masukan terkait tantangan pembelajaran—terutama pada aspek membaca huruf latin dan pelafalan bunyi tertentu. Diskusi tersebut turut memperkaya rancangan tindak lanjut program, termasuk rencana agenda lanjutan pada April 2026.

Strategi Kosakata Berbasis Kuliner: Bubur Manado (Tinutuan)

Pada sesi pengajaran Bahasa Indonesia di prodi, saya memperkenalkan kosakata melalui tema kuliner Bubur Manado (tinutuan). Tema ini sengaja dipilih karena kaya kosakata dalam satu rumpun: sayur-sayuran, bumbu, rasa, tekstur, hingga proses memasak. Metode tematik ini membantu mahasiswa mengaitkan kata dengan objek dan konteks—belajar jadi terasa nyata, bukan sekadar hafalan.

Antusiasme mahasiswa sangat tinggi. Mereka aktif bertanya dan ingin mampu berbicara lebih lancar. Kendala yang paling menonjol adalah kebiasaan membaca huruf latin serta pelafalan bunyi-bunyi tertentu yang tidak terdapat pada bahasa pertama mereka. Melalui latihan bertahap (drill pelafalan, pemodelan bunyi, dan koreksi yang suportif), mereka menunjukkan kemajuan yang terlihat.

Mengenal Budaya Kampus dan Penguatan Jejaring

Selain kegiatan mengajar, delegasi juga berkeliling kampus untuk mengenal budaya akademik, fasilitas, dan atmosfer pembelajaran di FPNU. Interaksi informal ini memperkaya pemahaman lintas budaya serta membuka ruang diskusi tentang peluang kolaborasi lanjutan.

Hasil Utama Kegiatan

  • Pengenalan Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 4 melalui pendekatan komunikatif dan lagu anak.
  • Pelatihan angklung dan tarian Jawa Barat bagi mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia hingga siap tampil di panggung.
  • Pembelajaran kosakata tematik berbasis kuliner (Tinutuan) untuk mempercepat penguasaan kosakata dan konteks.
  • Penguatan jejaring kerja sama antarinstitusi serta pembahasan agenda kolaborasi berikutnya.

Tindak Lanjut: Jadwal Lanjutan April 2026 Sebagai tindak lanjut, kami akan menyusun jadwal kembali pada April 2026 untuk mengundang dosen tamu berikutnya. Program lanjutan ini diharapkan memperluas jangkauan pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama berkelanjutan antara institusi di Indonesia dan FPNU.

Penulis adalah Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo..