Inovasi Literasi Digital Berbasis QR Code, Mahasiswa FSB UNG Dorong Budaya Baca di SMA Muhammadiyah Batudaa

fsb.ung.ac.idGorontalo – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo menghadirkan inovasi literasi digital di SMA Muhammadiyah Batudaa melalui pengadaan bacaan berbasis kode QR. Program ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam budaya literasi sekolah sekaligus menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan adaptasi digital.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan bahan bacaan yang lebih mudah diakses, menarik, dan sesuai dengan kebiasaan siswa yang akrab dengan penggunaan gawai. Mahasiswa mengidentifikasi bahwa media cetak konvensional mulai kurang diminati, sehingga diperlukan alternatif yang lebih interaktif dan relevan. Bacaan digital berbasis QR code dipilih sebagai solusi karena dinilai praktis, efisien, dan mampu menjangkau minat baca generasi muda.

Tahapan pelaksanaan dimulai dengan proses seleksi dan penyusunan materi bacaan yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Materi yang disiapkan mencakup teks edukatif, karya sastra, serta konten yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan karakter. Selanjutnya, seluruh bahan bacaan dikonversi ke dalam format digital dan diintegrasikan ke dalam kode QR yang dapat diakses melalui perangkat ponsel. Sistem ini memungkinkan siswa membaca kapan saja dan di mana saja tanpa keterbatasan ruang dan waktu.

Sebagai pusat aktivitas literasi, kode QR tersebut ditempatkan di area perpustakaan sekolah. Penempatan ini bertujuan untuk mendorong siswa tetap menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar utama, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan membaca. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengembangkan inovasi tambahan berupa penyajian sebagian bacaan dalam bentuk visual 3D guna meningkatkan daya tarik dan pengalaman membaca yang lebih interaktif.

Respons siswa terhadap program ini menunjukkan antusiasme yang tinggi. Penyajian bacaan yang modern dan mudah diakses membuat siswa lebih tertarik untuk membaca. Selain meningkatkan minat baca, kegiatan ini juga secara tidak langsung mengasah kemampuan literasi digital siswa melalui interaksi langsung dengan teknologi.

Melalui program ini, mahasiswa berhasil menghadirkan model pembelajaran yang memadukan literasi dan teknologi secara inovatif. Inisiatif ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah mitra. Ke depan, hasil kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah sebagai sumber belajar alternatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan demikian, inovasi literasi digital berbasis QR code ini tidak hanya memperkuat budaya membaca, tetapi juga membentuk ekosistem pembelajaran yang lebih modern, inklusif, dan relevan bagi seluruh warga SMA Muhammadiyah Batudaa.