Promosi Doktor Nurlia Djafar: Inovasi Pembelajaran Karakter Berbasis Tidi Lo Polopalo

fsb.ung.ac.idGorontalo – Upaya mengintegrasikan nilai budaya lokal ke dalam pendidikan tinggi kembali mendapat sorotan melalui sidang terbuka promosi doktor dari Nurlia Djafar, S.Pd, M.Sn yang digelar pada Kamis, 2 April 2026, di Ruang Sidang Lantai 2 Program Pascasarjana UNG.

Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Modul Pembelajaran Pendidikan Karakter Berbasis Multikultural Pada Mata Kuliah Tari Nusantara I Jurusan Pendidikan Sendratasik FSB UNG,” Nurlia menghadirkan inovasi pembelajaran yang memadukan seni tari dengan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai multikultural. Fokus utama penelitian ini adalah tarian tradisional Gorontalo, Tidi Lo Polopalo, sebagai media pembelajaran kontekstual.

Sidang dipimpin oleh Direktur Program Pascasarjana (PPs) UNG, Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruadi, M.P, dengan tim promotor terdiri dari Prof. Dr. Maryam Rahim, M.Pd, Prof. Dr. Suleman Bouti, S.Pd, M.Hum, serta Dr. Mohamad Zubaidi, S.Pd M.Pd, dengan penguji internal Prof. Dr. Phil. Ikhfan Haris, M.Sc dan Dr. Wiwy Triyanty Pulukadang, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, penguji eksternal Prof. Dr. Elindra Yetti, M.Pd Guru Besar dari Universitas Negeri Jakarta turut memberikan perspektif lintas institusi.

Menghidupkan Nilai Karakter Lewat Tari Tradisional
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan mixed methods, yang menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif, Nurlia menggali nilai-nilai karakter dan konteks multikultural yang terkandung dalam Tidi Lo Polopalo. Sementara itu, pendekatan kuantitatif digunakan untuk menguji efektivitas modul melalui analisis statistik.

Hasilnya menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan memiliki tingkat validitas tinggi, dengan penilaian para ahli mencapai lebih dari 85 persen. Dari sisi kepraktisan, baik dosen maupun mahasiswa menilai modul ini “sangat praktis” digunakan dalam proses pembelajaran.

Yang paling menarik, efektivitas modul terbukti secara signifikan. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan nilai mahasiswa dari rata-rata 31,5 pada pretest menjadi 69,9 pada posttest. Uji paired t-test juga memperlihatkan perbedaan signifikan, menandakan bahwa penggunaan modul benar-benar berdampak pada peningkatan hasil belajar.

Pendidikan Karakter Berbasis Budaya: Relevan dan Mendesak
Lebih dari sekadar peningkatan akademik, penelitian ini menekankan penguatan nilai-nilai karakter seperti disiplin, kerja sama, tanggung jawab, religiusitas, dan toleransi. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui pendekatan budaya lokal, sehingga lebih mudah dipahami dan diinternalisasi oleh mahasiswa.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran multikultural di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Melalui disertasinya, Nurlia Djafar tidak hanya menghasilkan sebuah modul pembelajaran, tetapi juga menawarkan model pendidikan yang kontekstual, berbasis kearifan lokal, dan adaptif terhadap tantangan global. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pembelajaran seni dan pendidikan karakter di berbagai perguruan tinggi di Indonesia khususnya di Universitas Negeri Gorontalo.

Sementara itu, dengan penuh rasa bangga dan syukur, Dekan Fakultas Sastra dan Budaya, Prof. Nonny Basalama, MA., Ph.D menyampaikan ucapan selamat yang setinggi-tingginya kepada Ibu Dr. Nurlia Djafar, S.Pd., M.Sn., Dosen Jurusan Sendratasik FSB UNG, atas keberhasilan dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor pada hari ini.

Pencapaian ini merupakan hasil dari dedikasi, kerja keras, dan komitmen yang luar biasa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang seni dan budaya. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Fakultas Sastra dan Budaya serta Universitas Negeri Gorontalo secara keseluruhan.

Kami berharap, dengan diraihnya gelar doktor ini, Ibu Dr. Nurlia Djafar dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pelestarian dan pengembangan seni budaya, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Semoga capaian ini menjadi langkah awal untuk karya-karya besar berikutnya, serta senantiasa membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi banyak pihak.