Tingkatkan Apresiasi Sastra, Mahasiswa Bastrasia Kenalkan Teknik Analisis Drama di SMPN 1 Bulango Timur

fsb.ung.ac.idPengabdian – Upaya menumbuhkan kecintaan siswa terhadap karya sastra, khususnya drama, terus dilakukan melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Bastrasia) melaksanakan kegiatan sosialisasi teknik mengapresiasi karya sastra drama bagi siswa kelas IX B pada Jumat, 24 April 2026, di SMP Negeri 1 Bulango Timur.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik yang mengintegrasikan pemahaman teoretis dan pengalaman langsung siswa dalam mengapresiasi karya sastra. Turut hadir dalam kegiatan tersebut guru Bahasa Indonesia, Ibu Sarfiah Saripi, serta dosen pembimbing, Dr. Herson Kadir, S.Pd., M.Pd., yang memberikan dukungan akademik terhadap pelaksanaan kegiatan.

Materi sosialisasi disampaikan oleh enam mahasiswa semester VI, yakni Dinda Nuriah Kinga, Reyis Buhay, Trivia Wahyu Amanda Djailani, Nurfatmi J. Anwar, Sakina Anton, dan Zakia Sagita A. Daud. Penyampaian materi mencakup konsep dasar drama, unsur-unsur pembangun, ciri-ciri, struktur, serta jenis-jenis drama. Selain itu, mahasiswa juga memaparkan konsep apresiasi drama dan berbagai aspek analisis yang dapat digunakan siswa untuk memahami karya secara lebih kritis dan komprehensif.

Sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran aktif, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga dilibatkan dalam praktik langsung. Melalui pemutaran tayangan drama menggunakan media audiovisual, siswa diajak untuk mengamati, mengidentifikasi, dan menginterpretasikan unsur-unsur drama. Selanjutnya, siswa menyampaikan tanggapan dan penilaian mereka secara lisan, sehingga terjadi proses dialogis yang mendorong keterampilan berpikir kritis.

Respons siswa terhadap kegiatan ini menunjukkan tingkat antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengemukakan pendapat terkait tema, penokohan, alur konflik, hingga pesan moral yang terkandung dalam drama yang ditayangkan. Hal ini mengindikasikan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan kognitif dan afektif siswa dalam pembelajaran sastra.

Secara ilmiah, kegiatan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran apresiatif yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan kepekaan estetis dan kemampuan interpretatif siswa. Dengan demikian, siswa tidak sekadar menjadi penikmat, tetapi juga mampu menjadi apresiator yang kritis terhadap karya sastra.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin termotivasi untuk memahami dan mengapresiasi karya sastra secara lebih mendalam. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam membentuk generasi yang memiliki daya apresiasi tinggi, berpikir kritis, serta memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam sastra Indonesia.

#FSBMOLAMAHU