fsb.ung.ac.id, Pengabdian – Upaya memperkuat eksistensi sastra di lingkungan sekolah terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Bastrasia) semester 6 melalui kegiatan Pelatihan Menganalisis Unsur-Unsur Karya Sastra Novel yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Suwawa, Jumat 24.
Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi kelas XI, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, dosen pengampu mata kuliah, serta tim mahasiswa Bastrasia sebagai pelaksana. Pelatihan ini berfokus pada pemberian pemahaman mendalam mengenai teknik menganalisis unsur-unsur dalam karya sastra novel.
Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FSB UNG Dr. Herson Kadir, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah kajian fiksi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemampuan analisis sastra bagi siswa sebagai bagian dari penguatan literasi kritis. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Novi Rita Ibrahim, S.Pd., yang mewakili pihak sekolah.
Memasuki sesi inti, para mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif. Kegiatan diawali dengan pertanyaan pemantik seputar pengertian novel yang langsung disambut antusias oleh para siswa. Berbagai pendapat dan pemahaman siswa mengenai hakikat novel pun mengemuka, menciptakan suasana diskusi yang aktif dan komunikatif.
Selanjutnya, mahasiswa memaparkan materi mengenai unsur-unsur pembangun novel, karakteristik bahasa novel, serta teknik menganalisisnya secara sistematis. Untuk memastikan pemahaman siswa, di akhir sesi dilakukan evaluasi melalui tanya jawab dan refleksi singkat.
Sebagai bentuk apresiasi dan umpan balik, kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah sederhana kepada siswa serta sesi foto bersama yang menandai berakhirnya pelatihan.
Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal awal kepada siswa dalam memahami hakikat novel beserta unsur-unsur pembentuknya. Dengan demikian, ketika materi novel dipelajari di kelas, siswa telah memiliki dasar pengetahuan yang memadai.
Manfaat yang dirasakan siswa tidak hanya sebatas pemahaman teori, tetapi juga kemampuan awal dalam menganalisis karya sastra secara lebih kritis. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sastra di sekolah.
Melalui kegiatan ini, tim pelaksana berharap siswa tidak lagi memandang novel sekadar sebagai bacaan pengisi waktu luang, melainkan sebagai karya yang sarat makna. Novel dinilai mengandung berbagai nilai kehidupan, seperti nilai budaya, moral, dan pendidikan yang merefleksikan realitas masyarakat.
Dengan pelatihan ini, diharapkan tumbuh kesadaran baru di kalangan siswa untuk lebih mendalami karya sastra, sekaligus menjadikan novel sebagai sumber pembelajaran yang kaya akan nilai dan makna.

#FSBMOLAMAHU