Perkuat Literasi dan Nalar Kritis, Mahasiswa Bastrasia Hadirkan Pelatihan Analisis Fabel di Sekolah

fsb.ung.ac.idPengabdian – Upaya memperkuat kompetensi sastra di kalangan pelajar terus digencarkan melalui pendekatan yang lebih aplikatif dan partisipatif. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Bastrasia) menginisiasi kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknik menentukan serta menganalisis karya sastra fabel bagi siswa sekolah menengah pertama, Kamis 23 April 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Suwawa ini menjadi ruang kolaboratif antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sastra. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan III, Dr. Herson Kadir, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muzakir Huntoyungo, S.Pd., serta guru Bahasa Indonesia, ibu Saumi. Sementara itu, materi pelatihan disampaikan oleh mahasiswa semester VI, yakni Eva Putri Magfirah, Anesa Dwinarti Tute, Novita Abas, Marwah Ali, dan Jein Latif.

Mengusung pendekatan ilmiah populer, materi yang disampaikan berfokus pada pengenalan dan analisis unsur intrinsik fabel, seperti tema, tokoh, latar, alur, dan amanat, serta aspek kebahasaan yang membangun teks. Penyampaian materi tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga diperkaya dengan diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan praktik langsung, sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Dalam sesi praktik, siswa kelas VII 2 diajak untuk mengidentifikasi dan menganalisis teks fabel secara individu maupun kelompok. Pendekatan ini terbukti mampu mendorong keterampilan berpikir kritis dan analitis siswa, sekaligus meningkatkan keberanian mereka dalam mengemukakan pendapat.

Secara akademik, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperdalam pemahaman siswa terhadap karya sastra, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan. Hasilnya, siswa menunjukkan peningkatan dalam memahami struktur dan makna teks fabel, serta tumbuhnya minat terhadap pembelajaran sastra.

Lebih jauh, kegiatan ini mencerminkan peran strategis mahasiswa sebagai agen literasi yang mampu menjembatani teori akademik dengan praktik di lapangan. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mendukung penguatan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, sekaligus menciptakan generasi pembelajar yang kritis, kreatif, dan apresiatif terhadap karya sastra.