Lewat Dongeng dan Cerita Rakyat, FSB UNG Tanamkan Cinta Lingkungan pada Anak-Anak Desa Bilungala

fsb.ung.ac.idGorontalo – Suara tawa dan antusiasme anak-anak memenuhi aula Desa Bilungala saat tim dosen Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Selasa (9/6/2026). Berbeda dari edukasi lingkungan pada umumnya, kegiatan ini mengajak anak-anak belajar mencintai alam melalui dongeng interaktif yang mengangkat cerita rakyat Gorontalo.

Mengusung tema “Menumbuhkan Kesadaran Ekologi Berbasis Kawasan yang Berkearifan Lokal Melalui Dongeng Interaktif Cerita Rakyat Gorontalo kepada Anak-Anak di Desa Bilungala”, kegiatan ini menjadi upaya kreatif FSB UNG dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini dengan memanfaatkan kekayaan budaya lokal sebagai media pembelajaran.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan I FSB UNG Dr. Salam, M.Pd., Wakil Dekan III Dr. Herson Kadir, M.Pd., Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Eka Sartika, S.Pd., M.Pd., serta sejumlah dosen FSB UNG, di antaranya Ayu Hidayanti Ali, S.Pd., M.Pd., La Ode Gusman Nasiru, M.A., Apriadi Bumbungan, S.S., M.Hum., dan Meilina Widya Dali, M.Pd.

Dosen FSB UNG, La Ode Gusman Nasiru, M.A., menjelaskan bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya dapat dilakukan melalui pendekatan ilmiah, tetapi juga melalui jalur budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Cerita rakyat menyimpan banyak nilai kehidupan yang relevan hingga saat ini, termasuk pesan tentang hubungan manusia dengan alam. Melalui dongeng, anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengenal warisan budaya daerahnya,” ujarnya.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian peserta adalah saat Ayu Hidayanti Ali, S.Pd., M.Pd. membawakan dongeng interaktif berjudul “Tomini”. Kisah tersebut menceritakan persahabatan Tomini dengan Ikan Payangga dan Ikan Manggabai yang hidup di Danau Limboto. Namun, persahabatan itu terancam ketika kedua ikan tersebut menghilang akibat kondisi danau yang semakin tercemar dan keruh.

Melalui alur cerita yang sederhana namun sarat makna, anak-anak diajak memahami bahwa kerusakan lingkungan dapat berdampak langsung pada kehidupan makhluk hidup. Pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan air, melindungi ekosistem, dan merawat alam tersampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana tampak hidup dan interaktif. Anak-anak tidak hanya mendengarkan dongeng, tetapi juga aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan berbagi pengalaman mereka tentang lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.

Pemerintah Desa Bilungala turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Program ini dinilai mampu menghadirkan edukasi yang menarik sekaligus memperkuat pemahaman anak-anak terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan budaya lokal.

Melalui kegiatan pengabdian ini, FSB UNG menunjukkan bahwa cerita rakyat tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan yang efektif dalam membentuk karakter generasi muda.

Dengan memadukan nilai budaya dan kepedulian lingkungan, FSB UNG berharap lahir generasi yang tidak hanya mencintai cerita daerahnya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga alam sebagai bagian dari identitas dan masa depan Gorontalo.

#FSBMOLAMAHU