Lawan Hoaks dengan Literasi, FSB UNG Bekali Siswa MTs Al-Ikhlas Bilungala Jadi Generasi Cerdas Digital

fsb.ung.ac.idGorontalo – Di tengah derasnya arus informasi digital yang membanjiri media sosial setiap hari, kemampuan membedakan fakta dan hoaks menjadi keterampilan yang semakin penting bagi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di MTsS Al-Ikhlas Bilungala, Selasa (9/6/2026), dengan fokus pada penguatan literasi digital dan pelestarian budaya lokal.

Mengusung tema literasi kritis dan storytelling berbasis kearifan lokal, kegiatan ini tidak hanya mengajak siswa mengenali ciri-ciri informasi palsu, tetapi juga mendorong mereka menjadi generasi yang kreatif dalam menyampaikan cerita dan nilai budaya daerah melalui berbagai media komunikasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan I FSB UNG Dr. Salam, M.Pd., Wakil Dekan III Dr. Herson Kadir, M.Pd., Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Eka Sartika, S.Pd., M.Pd., serta tim dosen FSB UNG yang terdiri atas Ayu Hidayanti Ali, S.Pd., M.Pd., La Ode Gusman Nasiru, M.A., Apriadi Bumbungan, S.S., M.Hum., dan Meilina Widya Dali, M.Pd.

Dalam sesi edukasi, para siswa diajak memahami bagaimana hoaks dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan aplikasi pesan instan. Mereka juga diberikan berbagai strategi sederhana untuk memverifikasi informasi, mulai dari memeriksa sumber berita, mencocokkan fakta dari berbagai sumber terpercaya, hingga mengenali judul-judul provokatif yang sering digunakan untuk menyesatkan pembaca.

Wakil Dekan I FSB UNG, Dr. Salam, M.Pd., menegaskan bahwa literasi saat ini tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menyaring, dan mengevaluasi informasi secara kritis.

“Generasi muda harus memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Di sisi lain, mereka juga perlu memahami dan mengangkat cerita-cerita lokal sebagai bagian dari identitas budaya yang patut dilestarikan,” ujarnya.

Tidak hanya membahas literasi digital, tim pengabdian juga memperkenalkan storytelling berbasis kearifan lokal sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas siswa. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menggali cerita rakyat, nilai budaya, dan pengalaman lokal yang dapat dikemas menjadi narasi menarik untuk disampaikan kepada masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba mempraktikkan teknik storytelling yang dipandu langsung oleh tim pengabdian. Beberapa peserta bahkan tampil menceritakan kembali kisah-kisah lokal dengan gaya dan kreativitas mereka sendiri.

Pihak MTsS Al-Ikhlas Bilungala menyambut baik kegiatan tersebut. Program ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital, terutama dalam membangun kesadaran akan pentingnya literasi informasi sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah.

Melalui kegiatan ini, FSB UNG menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengabdian yang responsif terhadap tantangan zaman. Tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan menangkal hoaks, tetapi juga mendorong mereka menjadi generasi yang mampu menjaga dan menghidupkan kembali kekayaan budaya lokal melalui kekuatan cerita.

Dengan memadukan literasi digital dan kearifan lokal, FSB UNG berharap lahir generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berkarakter mampu menyaring informasi secara bijak sekaligus bangga terhadap identitas budayanya sendiri.

#FSBMOLAMAHU