Di Balik Sebuah Foto Berita, Ada Pesan yang Tak Selalu Terlihat: Temuan Mahasiswa UNG

fsb.ung.ac.idPenelitian – Sebuah foto jurnalistik sering kali dianggap hanya sebagai pelengkap berita. Namun, penelitian terbaru dari mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan bahwa foto berita sebenarnya menyimpan beragam makna yang mampu membentuk cara publik memahami sebuah peristiwa.

Temuan tersebut diungkap oleh Lifka Ismail, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo, melalui skripsinya yang berjudul “Representasi Makna dalam Fotografi Jurnalistik pada Media Berita ANTARA FOTO.” Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Herson Kadir, S.Pd., M.Pd. dan Ayu Hidayanti Ali, S.Pd., M.Pd.

Dalam penelitiannya, Lifka mengkaji karya-karya fotografer jurnalistik Adiwinata Solihin yang dipublikasikan melalui ANTARA FOTO. Ia berupaya mengungkap bagaimana makna dibangun melalui elemen visual dalam foto berita, menggunakan pendekatan semiotika yang berfokus pada tiga unsur utama, yaitu ikon, indeks, dan simbol.

Menurut Lifka, foto jurnalistik tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi peristiwa, tetapi juga menjadi sarana komunikasi yang mampu menyampaikan pesan sosial, budaya, bahkan nilai-nilai kemanusiaan kepada publik. Setiap elemen yang terekam dalam foto memiliki peran dalam membentuk makna yang diterima oleh pembaca.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi makna dalam foto jurnalistik muncul melalui berbagai cara. Pada aspek ikon, makna hadir melalui objek, aktivitas, dan ekspresi yang terlihat secara langsung sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Sementara itu, indeks memperlihatkan hubungan sebab-akibat atau kondisi sosial tertentu yang membantu menjelaskan konteks sebuah peristiwa. Adapun simbol menghadirkan makna yang lebih mendalam melalui unsur-unsur visual seperti bendera, atribut ritual, maupun simbol keagamaan yang telah disepakati secara sosial dan budaya.

Penelitian ini menemukan bahwa foto-foto jurnalistik ANTARA FOTO tidak sekadar merekam fakta di lapangan. Di balik setiap gambar, terdapat pesan-pesan yang merepresentasikan realitas sosial, identitas budaya, serta nilai kemanusiaan yang dapat memengaruhi cara masyarakat memandang suatu peristiwa.

“Foto jurnalistik bukan hanya tentang apa yang terlihat di dalam bingkai kamera, tetapi juga tentang makna yang dibangun dan disampaikan kepada publik,” menjadi salah satu pesan penting yang dapat ditarik dari hasil penelitian tersebut.

Temuan Lifka memberikan perspektif baru mengenai pentingnya literasi visual di era digital. Ketika masyarakat dibanjiri informasi berbasis gambar melalui media massa dan media sosial, kemampuan memahami makna di balik visual menjadi semakin penting agar publik tidak hanya melihat, tetapi juga mampu membaca pesan yang terkandung dalam sebuah foto.

Melalui penelitian ini, Lifka berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih kritis dalam menginterpretasikan foto-foto yang beredar di ruang publik. Sebab, sebuah gambar tidak hanya menceritakan peristiwa, tetapi juga menyampaikan nilai, emosi, dan pesan yang dapat membentuk cara pandang kita terhadap dunia.

Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini

#FSBMOLAMAHU