Masjid Arrahmah: Gerbang Tradisi Kuunu di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo
fsb.ung.ac.id, Opini – Di Gorontalo, masjid tidak hanya dimaknai sebagai tempat menunaikan ibadah semata. Lebih dari itu, masjid menjadi pusat kehidupan masyarakat—ruang pertemuan sosial, tempat mempererat silaturahmi, serta wadah pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di tengah kehidupan masyarakat yang religius, masjid berperan sebagai titik temu antara ajaran Islam dan tradisi lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Salah satu tradisi yang hingga kini tetap terjaga adalah Kuunu, sebuah tradisi khas masyarakat Gorontalo yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan. Tradisi ini tidak sekadar kegiatan budaya, tetapi juga menjadi simbol harmonisasi antara adat dan nilai-nilai Islam. Kuunu mencerminkan bagaimana masyarakat Gorontalo mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan sosial, budaya, dan spiritual.
Di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Masjid Arrahmah menjadi salah satu pusat penting dalam pelaksanaan tradisi Kuunu. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat menjalankan ibadah Ramadhan, tetapi juga menjadi gerbang utama bagi pelestarian tradisi yang telah hidup secara turun-temurun. Kehadiran Masjid Arrahmah memperlihatkan bahwa masjid dapat berfungsi sebagai ruang spiritual sekaligus ruang budaya yang memperkuat identitas masyarakat.
Selama bulan Ramadhan, Masjid Arrahmah dipenuhi berbagai aktivitas keagamaan seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan kegiatan keislaman lainnya. Aktivitas-aktivitas tersebut kemudian berpadu dengan pelaksanaan tradisi Kuunu yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Perpaduan ini menjadikan suasana Ramadhan terasa lebih hidup dan bermakna, karena ibadah tidak hanya dijalankan secara individual, tetapi juga menjadi pengalaman kolektif yang mempererat kebersamaan umat.
Tidak hanya sebagai pusat ibadah, Masjid Arrahmah juga berfungsi sebagai ruang sosial bagi masyarakat. Di tempat inilah warga berkumpul, bersilaturahmi, bergotong royong, dan memperkuat rasa kebersamaan. Tradisi Kuunu yang dilaksanakan di lingkungan masjid memperlihatkan tingginya solidaritas sosial masyarakat, di mana setiap lapisan masyarakat turut ambil bagian dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.
Lebih dari sekadar tradisi, Kuunu juga memiliki nilai edukatif bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, anak-anak dan remaja belajar mengenai pentingnya menghargai tradisi, memahami nilai kebersamaan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap warisan budaya yang dimiliki. Tradisi ini secara tidak langsung menjadi media pendidikan sosial yang memperkuat karakter dan identitas masyarakat.
Di sisi lain, Kuunu juga sarat dengan nilai religius. Dilaksanakan pada bulan Ramadhan, tradisi ini menjadi bagian dari upaya memperkaya amaliah ibadah umat Islam. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya berkumpul secara sosial, tetapi juga memperkuat keimanan, menumbuhkan rasa syukur, serta meningkatkan kesadaran untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Harmonisasi antara nilai sosial dan religius inilah yang menjadikan Kuunu sebagai tradisi yang tetap hidup hingga kini. Di Masjid Arrahmah, tradisi ini menunjukkan bahwa adat dan agama tidak berjalan secara terpisah, melainkan saling melengkapi dan membentuk identitas budaya masyarakat Gorontalo yang khas.
Tradisi Kuunu di Masjid Arrahmah pada akhirnya menjadi simbol nyata dari Islam kultural, di mana ajaran agama tidak hanya dipraktikkan secara normatif, tetapi juga dihidupkan melalui tradisi lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dalam konteks ini, masjid menjadi ruang yang menjaga keseimbangan antara dimensi spiritual dan sosial dalam kehidupan umat.
Dengan demikian, Masjid Arrahmah tidak hanya berdiri sebagai bangunan tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat budaya dan sosial yang menjaga harmoni antara adat dan agama. Melalui tradisi Kuunu, masyarakat Gorontalo terus merawat identitas budayanya, sekaligus meneguhkan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi kehidupan mereka. (Penulis adalah Dosen Tetap Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo)
