fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di luar kelas, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam penguatan budaya literasi di masyarakat. Hal ini tercermin dalam kegiatan magang yang dilaksanakan mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, dengan berbagai program kerja yang terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan publik.
Selama pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat dalam sejumlah kegiatan inti, di antaranya pelayanan ruang baca, pelayanan peminjaman buku sekaligus pembuatan kartu anggota, kepanitiaan Festival Literasi, pembagian voucher literasi dengan hadiah menarik, serta produksi konten video promosi perpustakaan. Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan siswa dan mahasiswa.
Dalam praktiknya, pelayanan menjadi fokus utama yang dilakukan setiap hari. Mahasiswa secara aktif membantu pengunjung dalam proses pembuatan kartu anggota serta peminjaman buku. Selain itu, mereka juga berperan dalam mengelola ruang baca agar tetap nyaman dan kondusif bagi pengunjung yang ingin membaca maupun mengerjakan tugas.
Kontribusi mahasiswa juga terlihat dalam keterlibatan mereka pada kegiatan berskala besar, seperti Festival Literasi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tergabung dalam kepanitiaan yang menyelenggarakan berbagai agenda, mulai dari menghadirkan narasumber hingga menampilkan pertunjukan seni dari berbagai sekolah, seperti musik dan tarian dari sanggar budaya. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat literasi, tetapi juga mengintegrasikan unsur budaya lokal dalam proses pembelajaran.
Upaya peningkatan literasi juga dilakukan melalui program pembagian voucher kepada mahasiswa yang aktif berkunjung dan membaca di perpustakaan. Voucher tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mendapatkan hadiah undian, seperti tas laptop, buku, dan perlengkapan lainnya. Strategi ini dinilai efektif dalam menarik minat kunjung sekaligus mendorong kebiasaan membaca secara berkelanjutan.
Selain itu, mahasiswa juga memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi melalui pembuatan konten video. Konten tersebut berisi ajakan kepada siswa dan mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan, sekaligus menampilkan berbagai layanan dan kenyamanan yang tersedia. Pendekatan ini menjadi langkah inovatif dalam menjangkau generasi muda yang akrab dengan platform digital.
Secara keseluruhan, kegiatan magang MBKM ini menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada proses belajar, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi masyarakat. Melalui kombinasi pelayanan, kegiatan edukatif, insentif, dan promosi digital, perpustakaan dapat menjadi ruang yang lebih hidup, inklusif, dan diminati oleh generasi muda.