fsb.ung.ac.id, Penelitian – Di balik popularitas novel Kim Ji-Yeong, Born 1982 karya Cho Nam-Joo, tersimpan kritik tajam terhadap berbagai bentuk diskriminasi dan stereotip yang masih dialami perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Divany Nurcholifah Ekasaputri Bami, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Penelitian yang dibimbing oleh Prof. Dr. Sayama Malabar, M.Pd. sebagai Pembimbing I dan La Ode Gusman Nasiru, S.Pd., M.A. sebagai Pembimbing II ini mengkaji bagaimana tubuh dan suara perempuan direpresentasikan dalam novel tersebut melalui perspektif écriture féminine yang dikembangkan oleh pemikir feminis Prancis, Hélène Cixous.
Novel Kim Ji-Yeong, Born 1982 dikenal luas sebagai karya sastra yang mengangkat realitas kehidupan perempuan di tengah budaya patriarki. Melalui kisah tokoh Kim Ji-Yeong, pembaca diajak melihat berbagai bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan, baik di lingkungan keluarga, dunia kerja, maupun ruang sosial yang lebih luas.
Dalam penelitian ini, Divany menemukan bahwa stereotip terhadap perempuan masih digambarkan secara kuat dalam dua ranah utama, yakni ranah domestik dan ranah publik. Hasil penelitian menunjukkan adanya praktik pembungkaman suara perempuan, pengendalian terhadap tubuh perempuan, hingga konstruksi sosial yang menempatkan keibuan sebagai kewajiban yang harus dijalani perempuan tanpa pilihan.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, representasi stereotipikal perempuan dalam novel terbagi ke dalam tiga aspek utama. Pertama, aspek bahasa dan dekonstruksi, yang memperlihatkan bagaimana suara perempuan sering kali diabaikan, dibatasi, atau tidak dianggap penting dalam pengambilan keputusan. Kedua, aspek tubuh dan seksualitas, yang menunjukkan bagaimana tubuh perempuan direduksi menjadi alat reproduksi sekaligus rentan menjadi objek kekerasan. Ketiga, aspek keibuan, yang menggambarkan bahwa peran sebagai ibu kerap dipandang sebagai kewajiban mutlak yang membatasi ruang gerak perempuan.
Menurut penelitian ini, Cho Nam-Joo menggunakan pendekatan écriture féminine dengan menuliskan pengalaman perempuan secara jujur dan autentik. Melalui narasi tersebut, novel menjadi ruang perlawanan terhadap dominasi bahasa dan budaya patriarki yang selama ini membentuk cara masyarakat memandang perempuan.
Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa berbagai persoalan yang digambarkan dalam novel masih memiliki relevansi dengan kondisi perempuan masa kini, termasuk di Indonesia. Praktik son preference atau kecenderungan mengutamakan anak laki-laki, budaya patriarki dalam keluarga, beban ganda perempuan sebagai pekerja dan pengurus rumah tangga, serta tekanan terkait reproduksi masih menjadi isu yang ditemukan dalam kehidupan masyarakat modern.
Lebih dari sekadar kajian sastra, hasil penelitian ini menawarkan kontribusi bagi dunia pendidikan. Divany menilai bahwa novel Kim Ji-Yeong, Born 1982 memiliki potensi besar sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di tingkat SMA, khususnya pada Kurikulum Merdeka. Novel ini dapat digunakan untuk mengembangkan literasi kritis peserta didik sekaligus memperkuat kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak melalui diskusi tentang isu-isu sosial yang dekat dengan kehidupan mereka.
Penelitian ini juga sejalan dengan upaya membentuk Profil Pelajar Pancasila, terutama pada dimensi bernalar kritis dan berkebinekaan global. Melalui pembelajaran berbasis sastra, peserta didik diajak memahami keberagaman pengalaman manusia, membangun empati, serta mengembangkan kemampuan berpikir reflektif terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.
Melalui penelitian ini, Divany Nurcholifah Ekasaputri Bami menunjukkan bahwa karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media yang mampu menyuarakan pengalaman kelompok yang selama ini kurang terdengar. Novel Kim Ji-Yeong, Born 1982 menjadi bukti bahwa sastra dapat menjadi ruang dialog kritis untuk memahami persoalan gender, memperjuangkan kesetaraan, dan mendorong lahirnya masyarakat yang lebih inklusif.
Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini
#FSBMOLAMAHU