fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Mahasiswa program “UNG Mengajar” dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengimplementasikan program Mading Literasi di SMA Negeri 1 Tibawa sebagai langkah konkret dalam memperkuat budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah. Program ini digagas oleh tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai bentuk inovasi pembelajaran berbasis kreativitas siswa.
Program Mading Literasi hadir sebagai respons atas hasil observasi awal mahasiswa yang menunjukkan perlunya penguatan fasilitas lingkungan belajar guna mendukung potensi akademik siswa. Media mading dipilih karena dinilai lebih ringan, komunikatif, dan menarik secara visual dibandingkan buku teks formal, sehingga mampu menjadi alternatif efektif dalam menumbuhkan minat literasi.
Lebih dari sekadar media pajangan, mading literasi difungsikan sebagai ruang interaksi, informasi, sekaligus hiburan edukatif bagi siswa. Melalui media ini, siswa tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi, tetapi juga didorong menjadi produsen karya. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of ownership) terhadap karya yang dihasilkan, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menulis.
Dalam pelaksanaannya pada bulan Desember, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan menghasilkan berbagai karya sastra. Di antaranya adalah teks cerita pendek (cerpen) yang menjadi sarana ekspresi emosi dan eksplorasi ide, serta teks anekdot yang melatih kemampuan berpikir kritis melalui sindiran dan humor. Mahasiswa UNG turut berperan aktif dalam memberikan pendampingan, mulai dari penyusunan ide hingga pengembangan narasi agar karya menjadi kohesif dan layak dipublikasikan.
Implementasi program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah. Mading literasi ditempatkan di area strategis seperti perpustakaan, sehingga mudah diakses oleh seluruh warga sekolah. Kepala sekolah, Ahmat Sudir Umar, M.Pd., bersama guru pamong Titin Puluhulawa, S.Pd., secara resmi mengesahkan kegiatan ini sebagai bagian dari keberhasilan program pengabdian mahasiswa.
Kehadiran mading literasi diharapkan mampu meningkatkan motivasi serta rasa percaya diri siswa dalam berkarya. Lebih dari itu, program ini menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan rendahnya minat baca di kalangan pelajar, sekaligus membangun ekosistem literasi yang lebih kreatif, partisipatif, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.