fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Mahasiswa magang Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo menghadirkan inovasi pembelajaran melalui pembuatan banner edukatif pengenalan anggota tubuh dalam bahasa Gorontalo di SMA Negeri 1 Kabila. Program ini menjadi salah satu bentuk integrasi antara literasi, pendidikan, dan pelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah.
Kegiatan magang yang berlangsung selama kurang lebih empat bulan ini melibatkan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yakni Sri Yolanda Tangahu, Karsum K. Talib, dan Wanda Husain. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan praktik pendidikan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Banner yang dibuat menampilkan ilustrasi anggota tubuh manusia yang dilengkapi dengan kosakata dalam bahasa Gorontalo beserta padanannya dalam bahasa Indonesia. Desain visual yang menarik dan komunikatif menjadikan media ini mudah dipahami oleh siswa, sekaligus berfungsi sebagai alternatif sumber belajar di luar buku teks.
Salah satu mahasiswa, Sri Yolanda Tangahu, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan kosakata dasar bahasa Gorontalo kepada siswa sejak dini. “Melalui media sederhana seperti banner, kami berharap siswa dapat lebih akrab dengan bahasa Gorontalo dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.
Pihak SMA Negeri 1 Kabila menyambut positif program tersebut. Banner edukatif ini dinilai mampu mendukung pembelajaran berbasis kearifan lokal serta dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai media ajar tambahan. Selain itu, keberadaannya juga menjadi pengingat visual bagi siswa akan pentingnya menjaga kekayaan bahasa daerah Gorontalo.
Melalui program MBKM ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis di dunia pendidikan, tetapi juga berperan sebagai agen pelestarian budaya. Inisiatif sederhana namun berdampak ini menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran dapat menjadi jembatan antara pendidikan modern dan nilai-nilai lokal, sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah.