fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Upaya penguatan budaya literasi di sekolah terus berkembang melalui pendekatan yang lebih reflektif dan analitis. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan program Gerakan Literasi Kritis: Baca, Pahami, Ulas di SMP Negeri 2 Telaga Biru yang berfokus pada analisis teks cerpen sebagai media pembelajaran.
Kegiatan ini dirancang untuk membantu siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami serta mengkaji pesan moral yang terkandung dalam sebuah karya sastra. Cerpen dipilih sebagai bahan utama karena dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mampu menyajikan nilai-nilai kehidupan secara kontekstual.
Dalam pelaksanaannya, siswa terlebih dahulu membaca cerpen yang telah dipilih oleh guru. Mereka kemudian diarahkan untuk memahami unsur-unsur penting dalam cerita, seperti alur, tokoh, dan latar, serta mengidentifikasi pesan moral yang ingin disampaikan penulis. Proses ini menjadi tahap awal dalam membangun pemahaman yang komprehensif terhadap teks.
Selanjutnya, siswa diajak untuk menganalisis relevansi pesan moral tersebut dengan kehidupan nyata. Mereka didorong untuk berpikir kritis dengan mengajukan pertanyaan, seperti bagaimana tokoh dalam cerita menghadapi permasalahan, keputusan apa yang diambil, serta pelajaran apa yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini melatih siswa untuk mengaitkan teks dengan realitas sosial yang mereka alami.
Tahap akhir dari kegiatan ini adalah penyusunan ulasan kritis. Siswa diminta untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan cerpen, menelaah cara penyampaian pesan moral, serta menyimpulkan makna yang dapat diambil. Melalui proses ini, siswa belajar bahwa karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran dan refleksi diri.
Program ini menunjukkan bahwa literasi kritis mencakup kemampuan membaca secara mendalam, menganalisis informasi, serta mengemukakan pendapat secara rasional. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk pola pikir yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Melalui Gerakan Literasi Kritis ini, SMP Negeri 2 Telaga Biru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa menjadi pembaca aktif, pemikir kritis, dan individu yang siap menghadapi tantangan kehidupan secara lebih matang.