Membaca Makna Tersembunyi Puisi: Analisis Semiotika Ungkap Pesan Mendalam Karya Langston Hughes

fsb.ung.ac.idPenelitian – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan penelitian ilmiah yang mengungkap kekuatan makna tersembunyi dalam puisi melalui pendekatan semiotika. Studi ini dilakukan oleh Insyari Mokoginta dalam skripsinya yang menganalisis karya-karya penyair Amerika, Langston Hughes, dengan menggunakan teori tanda dari Charles Sanders Peirce.

Penelitian tersebut dibimbing oleh Dr. Mery Balango, M.Hum sebagai pembimbing I dan Dr. Adriansyah Abu Katili, S.S., M.Pd sebagai pembimbing II. Penelitian ini berfokus pada tiga puisi terkenal, yakni I, Too, The Weary Blues, dan Harlem. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi jenis-jenis tanda ikon, indeks, dan simbol serta menjelaskan bagaimana tanda-tanda tersebut membangun makna dalam setiap puisi.

Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen, penelitian ini menelaah unsur-unsur tekstual untuk mengungkap hubungan semiotik yang membentuk makna. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap puisi memiliki kekuatan pesan sosial yang mendalam.

Puisi “I, Too” misalnya, merepresentasikan perjuangan masyarakat kulit hitam dalam menuntut pengakuan dan kesetaraan rasial di Amerika. Sementara itu, “The Weary Blues” menggambarkan kelelahan emosional sekaligus ketahanan tokoh melalui simbol-simbol musikal dan ekspresif yang kuat. Adapun “Harlem” menghadirkan refleksi tajam tentang dampak psikologis dan sosial dari mimpi yang tertunda sebuah kritik terhadap ketidakadilan struktural.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa teori semiotika Peirce efektif dalam mengungkap makna tersirat dalam karya sastra. Melalui penggunaan tanda-tanda yang kaya dan kompleks, Langston Hughes berhasil menyuarakan pengalaman, harapan, serta kritik sosial masyarakat Afrika-Amerika.

Temuan ini tidak hanya memperkaya kajian sastra, tetapi juga membuka wawasan baru bagi pembaca dalam memahami puisi secara lebih mendalam bahwa di balik setiap larik, tersimpan pesan sosial yang kuat dan relevan hingga kini.

Artikel selengkpnya dapat dilihat disini