Pembekalan PLP 1 Bahasa dan Sastra Indonesia UNG: Strategi Awal Mencetak Calon Guru Reflektif dan Adaptif

fsb.ung.ac.idGorontalo – Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo UNG) menyelenggarakan pembekalan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 1 sebagai tahapan awal dalam membentuk kompetensi pedagogis mahasiswa calon guru. Kegiatan yang berlangsung di Aula FSB, (09/04) ini dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) dan mahasiswa peserta PLP 1, serta menjadi ruang akademik untuk memperkuat kesiapan observasional sebelum terjun ke lingkungan sekolah.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Ulfa Zakaria, M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa PLP 1 memiliki peran strategis sebagai fondasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Ia menjelaskan bahwa, berbeda dengan PLP 2 yang berorientasi pada praktik mengajar, PLP 1 menitikberatkan pada pengembangan keterampilan observasi sistematis terhadap dinamika pembelajaran di sekolah.

“Observasi dalam konteks PLP 1 bukan sekadar aktivitas melihat, tetapi merupakan proses ilmiah yang melibatkan kepekaan, analisis, dan refleksi. Mahasiswa diharapkan mampu membaca realitas kelas secara kritis sekaligus humanis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan reflektif dalam memahami karakteristik siswa, strategi pengajaran guru, serta budaya sekolah sebagai ekosistem pendidikan. Menurutnya, pengalaman awal ini akan menjadi basis konstruksi pengetahuan pedagogis mahasiswa di tahap berikutnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Jurusan didampingi oleh Sekretaris Jurusan, Eka Sartika, M.Pd., yang memberikan penguatan terkait aspek administratif serta etika akademik selama pelaksanaan PLP 1. Penekanan pada profesionalisme dan tanggung jawab moral mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam pembekalan ini.

Materi inti disampaikan oleh Dr. Sitti Rachmi Masie, M.Pd., yang menguraikan secara komprehensif panduan observasi PLP 1. Panduan tersebut mencakup teknik pengumpulan data kualitatif di kelas, analisis interaksi pembelajaran, hingga penyusunan refleksi kritis sebagai bentuk evaluasi diri mahasiswa.

Salah satu peserta, Marlona, menyampaikan bahwa pembekalan ini memberikan kejelasan konseptual sekaligus meningkatkan kepercayaan diri sebelum memasuki lingkungan sekolah. “Kami tidak hanya dibekali secara teknis, tetapi juga diarahkan untuk berpikir kritis dan reflektif dalam melihat proses pembelajaran,” ujarnya.

Kegiatan pembekalan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan menjadi penanda kesiapan mahasiswa untuk melaksanakan PLP 1 di berbagai sekolah mitra di wilayah Gorontalo. Program ini diharapkan mampu menghasilkan calon pendidik yang adaptif, berkarakter, serta memiliki sensitivitas budaya dalam praktik pendidikan di masa depan.