fsb.ung.ac.id, Penelitian – Tradisi lisan kembali menunjukkan perannya sebagai penjaga nilai budaya dan spiritual masyarakat. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Indriani, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang mengkaji doa dalam bahasa daerah Buol pada prosesi adat masyarakat Buol.
Di bawah bimbingan Prof. Dr. Moh. Karmin Baruadi, M.Hum. dan Wa Ode Irawati, S.Pd., M.Pd., MCE., penelitian ini menyoroti bagaimana doa tidak hanya berfungsi sebagai praktik spiritual, tetapi juga sebagai medium pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif struktur, makna, serta fungsi doa dalam bahasa daerah Buol yang digunakan dalam berbagai prosesi adat. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta dokumentasi dengan melibatkan tokoh agama, pemangku adat, dan masyarakat setempat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa doa dalam bahasa Buol memiliki struktur yang sistematis dan terorganisasi dengan baik, yakni terdiri atas bagian pembuka, isi, dan penutup. Pada bagian pembuka, doa umumnya diawali dengan lafaz Bismillahirrahmanirrahim sebagai simbol penyerahan diri kepada Tuhan. Bagian inti memuat permohonan keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan, sementara penutup diakhiri dengan pujian kepada Tuhan sebagai bentuk penghormatan spiritual.
Lebih dari sekadar susunan bahasa, makna doa dalam tradisi Buol mencerminkan nilai-nilai ketuhanan yang kuat, penghormatan terhadap leluhur, serta upaya menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Dalam konteks ini, doa menjadi representasi filosofi hidup masyarakat Buol yang menjunjung tinggi keseimbangan dan kebersamaan.
Selain memiliki fungsi spiritual, penelitian ini juga menemukan bahwa doa berperan penting secara sosial dan kultural. Doa menjadi sarana mempererat solidaritas masyarakat, memperkuat identitas budaya, serta menjaga kesinambungan tradisi dalam kehidupan sosial.
Indriani menyimpulkan bahwa doa dalam bahasa daerah Buol merupakan bagian dari warisan budaya takbenda yang memiliki nilai historis, religius, dan filosofis yang tinggi. Oleh karena itu, pelestariannya menjadi penting sebagai upaya menjaga identitas dan kearifan lokal masyarakat di tengah arus modernisasi.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik sekaligus kontribusi nyata dalam upaya pelestarian bahasa daerah dan budaya lokal di Indonesia.
Artikel selengkpnya dapat dilihat disini