Dari Novel ke Realitas: Penelitian Mahasiswa FSB UNG Ungkap Dampak Konversi Lahan dalam Danum

fsb.ung.ac.idPenelitian – Alih fungsi lahan tidak hanya menjadi persoalan lingkungan yang terjadi di dunia nyata, tetapi juga hadir sebagai kritik sosial yang kuat dalam karya sastra. Hal inilah yang diungkap oleh Magvira Ali, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (UNG), melalui penelitian skripsinya yang mengkaji novel Danum karya Abroorza A. Yusra dari perspektif ekologi sastra.

Di bawah bimbingan Dr. Muslimin, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Herman Didipu, S.Pd., M.Pd., Magvira meneliti bagaimana proses konversi lahan digambarkan dalam novel tersebut serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa sastra tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai media refleksi atas berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Melalui pendekatan ekologi sastra, penelitian ini mengungkap bahwa novel Danum merepresentasikan berbagai bentuk alih fungsi lahan yang memengaruhi hubungan manusia dengan alam. Dalam cerita, perubahan penggunaan lahan digambarkan tidak hanya sebagai proses pembangunan atau pemanfaatan ekonomi, tetapi juga sebagai pemicu perubahan sosial yang kompleks.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Danum merepresentasikan proses konversi lahan yang terjadi akibat berbagai tekanan sosial dan ekonomi. Dalam cerita, perubahan fungsi lahan tidak hanya mengubah bentang alam, tetapi juga memengaruhi pola kepemilikan dan pemanfaatan lahan yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Lebih jauh, penelitian menemukan bahwa alih fungsi lahan dalam novel memicu perubahan dalam struktur sosial komunitas. Pergeseran nilai, kepentingan ekonomi, dan relasi kekuasaan menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan ketika ruang hidup masyarakat mengalami perubahan.

Menariknya, Danum juga memperlihatkan bagaimana konversi lahan dapat menjadi pemicu berbagai bentuk konflik sosial. Magvira menemukan adanya konflik politik, konflik kelas sosial, hingga konflik antarindividu yang muncul sebagai respons terhadap perubahan tersebut. Konflik-konflik ini menggambarkan ketegangan antara kepentingan pembangunan, penguasaan sumber daya, dan hak-hak masyarakat yang terdampak.

Menurut penelitian ini, novel Danum berhasil menghadirkan gambaran yang dekat dengan realitas sosial di berbagai wilayah Indonesia, di mana alih fungsi lahan sering kali menimbulkan dilema antara kebutuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memahami dampak pembangunan terhadap alam dan kehidupan manusia.

Melalui temuan tersebut, Magvira Ali menegaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat. Novel Danum menunjukkan bahwa perubahan lingkungan bukan sekadar persoalan fisik, melainkan juga menyangkut identitas, relasi sosial, dan masa depan komunitas yang hidup berdampingan dengan alam.

Dengan demikian, penelitian ini memperlihatkan bahwa membaca sastra dapat menjadi cara alternatif untuk memahami kompleksitas persoalan lingkungan. Di balik kisah yang disajikan, Danum menyampaikan pesan bahwa setiap perubahan pada alam akan selalu membawa konsekuensi bagi kehidupan manusia, baik secara sosial, ekonomi, maupun budaya.kesadaran kolektif terhadap pentingnya pembangunan yang berkelanjutan.

Artikel selengkpnya dapat dilihat disini

#FSBMOLAMAHU