Dari Genggaman ke Kemampuan Berbicara: Mahasiswa UNG Teliti Peran Aplikasi Lingopanda dalam Meningkatkan Akurasi Berbahasa Inggris

fsb.ung.ac.idPenelitian – Perkembangan teknologi digital semakin membuka peluang baru dalam pembelajaran bahasa asing. Salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi pembelajaran berbasis perangkat seluler yang kini banyak digunakan oleh mahasiswa untuk belajar secara mandiri. Fenomena ini menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Moh. Alfiansyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Penelitian yang dibimbing oleh Dr. Sitti Rachmi Masie, S.Pd., M.Pd. selaku Pembimbing I dan Dr. Abd. Hakim Yassi, M.A. selaku Pembimbing II ini mengkaji persepsi mahasiswa terhadap penggunaan aplikasi Lingopanda – Speak English dalam meningkatkan akurasi berbicara bahasa Inggris.

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kemampuan berbicara (speaking) masih menjadi tantangan bagi banyak pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Kesulitan dalam penguasaan tata bahasa, pelafalan, dan kosakata sering kali diperparah oleh faktor psikologis, seperti rendahnya motivasi dan rasa cemas saat berbicara menggunakan bahasa Inggris.

Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan sembilan mahasiswa semester empat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNG. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur yang bertujuan menggali pengalaman dan pandangan mahasiswa dalam menggunakan aplikasi Lingopanda sebagai media belajar di luar kelas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang sangat positif terhadap penggunaan aplikasi tersebut. Lingopanda dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri mahasiswa dalam berlatih berbicara bahasa Inggris. Lingkungan belajar yang santai, interaktif, dan didukung unsur gamifikasi membuat mahasiswa merasa lebih nyaman untuk berlatih tanpa takut melakukan kesalahan.

Dari aspek akurasi berbicara, aplikasi ini dianggap paling efektif dalam membantu penguasaan kosakata dan pelafalan. Fitur pengulangan latihan serta umpan balik berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membantu mahasiswa mengenali kesalahan pengucapan dan memperkaya perbendaharaan kata mereka secara bertahap.

Meski demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa peningkatan kemampuan tata bahasa atau grammar melalui aplikasi masih relatif terbatas. Mahasiswa menilai bahwa aplikasi belum mampu memberikan penjelasan dan umpan balik yang mendalam terhadap penggunaan struktur kalimat yang lebih kompleks. Oleh karena itu, peran dosen dan proses pembelajaran di kelas tetap dianggap penting untuk melengkapi pengalaman belajar berbasis teknologi.

Temuan ini menegaskan bahwa teknologi pembelajaran berbasis mobile atau Mobile-Assisted Language Learning (MALL) memiliki potensi besar dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris di era digital. Namun, teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan interaksi manusia dan bimbingan akademik yang diberikan oleh tenaga pendidik.

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa aplikasi pembelajaran digital dapat menjadi sarana efektif untuk mendorong kemandirian belajar mahasiswa. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, mahasiswa dapat memperoleh lebih banyak kesempatan untuk berlatih, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi pendidikan, hasil penelitian ini menjadi bukti bahwa inovasi digital dapat menjadi mitra strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih fleksibel, menarik, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini

#FSBMOLAMAHU