fsb.ung.ac.id, Penelitian – Peran guru dalam kelas ternyata menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran seni budaya, khususnya pada materi tari kreasi. Temuan ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Firman Syahsadapu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Penelitian yang dibimbing oleh Dr. Nurlia Djafar S.Pd., M.Pd. sebagai Pembimbing I dan Dr. Mimy Astuty Pulukadang S.Pd., M.Pd. sebagai Pembimbing II tersebut mengkaji peran guru dalam menerapkan model pembelajaran Cooperative Learning pada pembelajaran evaluasi gerak tari kreasi berdasarkan teknik tata pentas di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang hanya berpusat pada pemberian tugas tanpa pendampingan yang memadai dapat menghambat keterlibatan dan pemahaman peserta didik.
Firman menemukan bahwa penggunaan model Cooperative Learning mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan kolaboratif. Melalui model ini, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, kerja kelompok, dan proses saling berbagi pengetahuan dengan teman sekelas.
“Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh peran guru dalam mengelola kelas dan memilih model pembelajaran yang tepat. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi fasilitator yang mendorong siswa untuk aktif belajar,” ungkap Firman berdasarkan hasil penelitiannya.
Penelitian yang menggunakan metode kualitatif deskriptif ini melibatkan guru Seni Budaya dan siswa kelas XI-3 SMA Negeri 7 Gorontalo Utara. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan dalam tiga fungsi utama, yaitu sebagai perencana, fasilitator, dan evaluator. Dalam praktiknya, guru mampu mengorganisasi siswa ke dalam kelompok, membimbing diskusi, serta mengarahkan kerja sama antaranggota kelompok sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif.
Penerapan Cooperative Learning juga terbukti membantu siswa memahami materi tari kreasi dan teknik tata pentas secara lebih mendalam. Selain meningkatkan partisipasi belajar, model ini turut mengembangkan kemampuan bekerja sama dan komunikasi antarsiswa.
Temuan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dalam strategi pembelajaran sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan seni di sekolah. Penelitian ini sekaligus memperlihatkan kontribusi mahasiswa UNG dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap berbagai tantangan pembelajaran di dunia pendidikan.
Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini
#FSBMOLAMAHU