Di Balik Gemerlap Jakarta: Penelitian Mahasiswa UNG Ungkap Potret Patologi Sosial dalam Novel Sisi Tergelap Surga

fsb.ung.ac.idPenelitian – Kehidupan kota metropolitan sering kali identik dengan kemajuan, modernitas, dan berbagai peluang. Namun, di balik gemerlapnya kehidupan perkotaan, tersimpan berbagai persoalan sosial yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Fenomena tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahyunita Latonga, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), melalui kajian terhadap novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna.

Penelitian ini mengkaji bagaimana novel tersebut merepresentasikan berbagai bentuk patologi sosial atau penyimpangan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat perkotaan, khususnya Jakarta. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, Sri Wahyunita menelaah hubungan antara cerita dalam novel dengan realitas sosial yang berkembang di tengah masyarakat modern.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sisi Tergelap Surga menghadirkan gambaran yang cukup kuat tentang berbagai persoalan sosial yang kerap ditemukan di lingkungan perkotaan. Dari sembilan bentuk patologi sosial yang dikemukakan dalam teori, novel ini menampilkan lima bentuk utama, yakni kriminalitas, perjudian, prostitusi, konsumsi minuman keras, dan premanisme.

Menurut penelitian tersebut, kemunculan berbagai penyimpangan sosial itu tidak terjadi tanpa sebab. Novel menggambarkan bahwa faktor keluarga dan kondisi ekonomi menjadi dua penyebab utama yang mendorong individu terjerumus dalam perilaku menyimpang. Ketidakharmonisan keluarga, lemahnya pengawasan, hingga tekanan ekonomi menjadi latar belakang yang memperlihatkan kompleksitas masalah sosial di kota besar.

Tidak hanya menyoroti penyebabnya, penelitian ini juga menemukan bahwa patologi sosial membawa dampak yang luas. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para pelaku, tetapi juga oleh lingkungan sosial di sekitarnya. Kehadiran berbagai bentuk penyimpangan sosial berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, merusak hubungan sosial, serta memengaruhi kualitas kehidupan masyarakat perkotaan secara keseluruhan.

Menariknya, novel karya Brian Khrisna ini tidak sekadar menyajikan kisah kehidupan kota, tetapi juga menjadi cermin yang merefleksikan berbagai persoalan sosial yang sering kali luput dari perhatian. Melalui tokoh dan konflik yang dibangun, pembaca diajak memahami bagaimana tekanan hidup, ketimpangan sosial, dan perubahan gaya hidup dapat memicu munculnya berbagai bentuk penyimpangan sosial.

Penelitian yang dibimbing oleh Prof. Dr. Asna Ntelu, M.Hum., dan Dr. Herman Didipu, S.Pd., M.Pd., ini menunjukkan bahwa karya sastra memiliki peran penting sebagai media untuk membaca realitas sosial. Novel tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana refleksi yang mampu membuka kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan sekitarnya.

Melalui penelitian ini, Sri Wahyunita Latonga menegaskan bahwa Sisi Tergelap Surga merupakan potret kehidupan metropolitan yang memperlihatkan sisi lain dari perkembangan kota modern. Di balik kemajuan dan kemewahan yang tampak, terdapat berbagai tantangan sosial yang perlu dipahami dan diatasi bersama demi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih harmonis dan berkelanjutan.

Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini

#FSBMOLAMAHU