fsb.ung.ac.id, Gorontalo – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara mahasiswa belajar bahasa. Fenomena ini menjadi perhatian dalam penelitian yang dilakukan oleh Budiarto Nusi melalui skripsinya berjudul “The Instagram Effect: How Social Media Shapes Students’ English Language Skills.” Penelitian ini disusun pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo.
Penelitian tersebut dibimbing oleh Prof. Dr. , Moon Hidayati Otoluwa, M.Hum sebagai pembimbing I dan Sri Sri Rumiyatiningsih Luwiti, S.Pd., M.Pd sebagai pembimbing II. Kajian ini menyoroti bagaimana media sosial, khususnya platform Instagram, berperan dalam membentuk keterampilan bahasa Inggris mahasiswa di era digital.
Dalam penelitiannya, Budiarto memfokuskan kajian pada tiga fitur utama Instagram, yaitu Reels, Stories, dan Feeds. Ketiga fitur tersebut dinilai memiliki potensi sebagai media pembelajaran bahasa yang menarik karena menyajikan konten audio-visual yang mudah diakses dan interaktif.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur terhadap sepuluh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan berbagai keterampilan bahasa Inggris mahasiswa.
Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan Instagram membantu mahasiswa dalam meningkatkan penguasaan kosakata, pemahaman tata bahasa, serta kepercayaan diri dalam berbicara dan menulis. Para partisipan juga mengaku bahwa konten edukatif dari akun-akun pembelajaran bahasa Inggris membuat proses belajar terasa lebih santai, fleksibel, namun tetap efektif.
Meski demikian, penelitian ini juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan media sosial dan metode pembelajaran konvensional di kelas. Tanpa pengelolaan yang baik, media sosial berpotensi menimbulkan distraksi yang dapat mengganggu fokus belajar mahasiswa.
Melalui penelitian ini, Budiarto Nusi menegaskan bahwa Instagram dapat menjadi media pendukung pembelajaran bahasa Inggris yang menarik dan efektif, asalkan digunakan secara bijak dan terarah. Hasil kajian ini sekaligus menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai ruang belajar alternatif bagi mahasiswa di era digital.
Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini