Ketika Sastra Menjadi Suara Alam: Mahasiswa FSB UNG Ungkap Pesan Ekologis dalam Novel Batu Berkaki

fsb.ung.ac.idPenelitian – Di tengah meningkatnya berbagai persoalan lingkungan, sastra ternyata mampu menjadi media yang efektif untuk membangun kesadaran ekologis masyarakat. Hal inilah yang terungkap dalam penelitian skripsi yang dilakukan oleh Witrian Harun, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya (FSB), Universitas Negeri Gorontalo.

Melalui penelitian berjudul “Eksploitasi Lingkungan dalam Novel Batu Berkaki Karya Chandra Bientang”, Witrian mengkaji bagaimana karya sastra dapat merefleksikan berbagai persoalan kerusakan lingkungan sekaligus menawarkan nilai-nilai etika yang mendorong manusia untuk hidup lebih harmonis dengan alam.

Penelitian yang dibimbing oleh Dr. Sitti Rachmi Masie, M.Pd. dan Zilfa Achmad Bagtayan, S.Pd., M.A. ini berangkat dari novel Batu Berkaki, sebuah karya yang mengisahkan perjuangan masyarakat menghadapi kerusakan lingkungan akibat keserakahan manusia. Novel tersebut tidak hanya menampilkan dampak eksploitasi alam, tetapi juga menggambarkan upaya memulihkan keseimbangan lingkungan melalui kesadaran moral dan tanggung jawab ekologis.

Dalam penelitiannya, Witrian menggunakan pendekatan ekokritik yang dikembangkan oleh Greg Garrard untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk eksploitasi lingkungan dalam novel. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan teori etika lingkungan dari A. Sonny Keraf guna mengungkap nilai-nilai moral yang terkandung di dalam cerita.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Batu Berkaki sarat dengan gambaran kerusakan lingkungan. Witrian menemukan 42 data eksploitasi lingkungan yang mencakup pencemaran, perusakan hutan, ancaman terhadap satwa, hilangnya ruang hidup masyarakat, hingga eksploitasi bumi secara berlebihan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan menjadi isu sentral yang dibangun secara kuat dalam alur cerita novel.

Namun demikian, di balik gambaran kerusakan tersebut, novel ini juga menghadirkan pesan-pesan positif mengenai hubungan manusia dengan alam. Penelitian menemukan 19 data yang merepresentasikan etika lingkungan, seperti sikap hormat terhadap alam, tanggung jawab ekologis, solidaritas dengan lingkungan, kasih sayang terhadap makhluk hidup, prinsip tidak merusak alam, hingga pentingnya integritas moral dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Witrian, pesan-pesan ekologis yang terkandung dalam novel menunjukkan bahwa sastra bukan sekadar sarana hiburan, melainkan juga media edukasi yang mampu membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.

“Melalui tokoh, konflik, dan peristiwa yang dihadirkan dalam cerita, pembaca diajak untuk merefleksikan dampak eksploitasi alam serta memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Temuan penelitian ini semakin menegaskan bahwa karya sastra memiliki peran strategis dalam merespons isu-isu global, termasuk krisis lingkungan yang saat ini menjadi perhatian dunia. Pesan yang disampaikan Chandra Bientang melalui Batu Berkaki memperlihatkan bahwa kesadaran ekologis dapat ditanamkan melalui pendekatan yang lebih humanis dan reflektif.

Bagi dunia pendidikan, hasil penelitian ini membuka peluang pemanfaatan karya sastra sebagai media pembelajaran lingkungan yang lebih kontekstual. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat, siswa dan pembaca dapat memahami persoalan lingkungan tidak hanya dari sisi ilmiah, tetapi juga dari perspektif moral dan kemanusiaan.

Penelitian Witrian Harun menjadi bukti bahwa mahasiswa FSB UNG tidak hanya mengkaji bahasa dan sastra sebagai karya estetik, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam membangun kesadaran sosial dan lingkungan. Di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi alam yang semakin nyata, sastra hadir sebagai pengingat bahwa menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan, melainkan tugas bersama seluruh umat manusia.

Artikel penelitian selengkpnya dapat dilihat disini

#FSBMOLAMAHU